11 Kebiasaan Siaga Bencana yang Perlu Diterapkan Mulai Hari Ini

Editor Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama saat turun ke lokasi bencana angin kencang, Sabtu (23/12/2023) sore. /visi.news/engkos kosasih
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, gunung berapi, dan lain-lain. Bencana alam bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa bisa diprediksi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu siap menghadapi bencana alam, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun kerabat.

Berikut adalah 11 kebiasaan siaga bencana yang dianjurkan untuk dilaksanakan mulai hari ini, agar kita bisa bertahan dan selamat saat bencana alam terjadi:

1. Tidur berpakaian yang benar (lengkap), jangan hanya pakai sarung, apalagi perempuan. Hal ini berguna untuk memudahkan kita bergerak dan melindungi tubuh kita dari cuaca dingin atau panas saat bencana alam terjadi.

2. Jilbab selalu siap (perempuan). Bagi perempuan yang berhijab, jilbab adalah salah satu hal yang penting untuk menutup aurat dan menjaga kehormatan. Jilbab juga bisa digunakan sebagai penutup kepala, penutup hidung dan mulut, atau penutup luka saat bencana alam terjadi.

3. Baterai handphone selalu terisi cukup. Handphone adalah alat komunikasi yang sangat penting saat bencana alam terjadi. Dengan handphone, kita bisa menghubungi keluarga, kerabat, atau pihak-pihak yang bisa membantu kita, seperti petugas penanggulangan bencana, polisi, atau dokter. Pastikan baterai handphone kita selalu terisi cukup, dan bawa power bank atau charger jika perlu.

4. Jangan kunci pintu kamar. Pintu kamar yang terkunci bisa menghambat kita untuk keluar dari kamar saat bencana alam terjadi. Jika pintu kamar terkunci, kita bisa terjebak di dalam kamar dan sulit untuk diselamatkan. Jika perlu, simpan kunci pintu kamar di tempat yang mudah dijangkau, seperti di meja, di laci, atau di gantungan.

Baca Juga :  Tangani 2 Kasus Politik Uang, Bawaslu Pastikan Semua Diproses Sesuai Aturan

5. Tidur jangan sambil pakai headset. Headset bisa menghalangi kita untuk mendengar suara-suara yang penting saat bencana alam terjadi, seperti suara alarm, suara sirine, atau suara orang yang berteriak. Jika kita tidur sambil pakai headset, kita bisa ketinggalan informasi atau instruksi yang bisa menyelamatkan kita. Jika ingin mendengarkan musik atau podcast sebelum tidur, gunakan speaker atau volume rendah.

6. Handphone, laptop, jam tangan, dompet, atau barang berharga lainnya diletakkan di satu tempat yang mudah diambil. Barang-barang ini bisa berguna untuk membantu kita saat bencana alam terjadi, seperti untuk berkomunikasi, mencari informasi, membayar transportasi, atau membuktikan identitas. Letakkan barang-barang ini di satu tempat yang mudah diambil, seperti di tas, di dompet, atau di meja.

7. Mobil dan motor selalu diparkir dengan kepala menghadap keluar. Hal ini berguna untuk memudahkan kita untuk mengemudikan kendaraan kita saat bencana alam terjadi. Jika kendaraan kita diparkir dengan kepala menghadap ke dalam, kita bisa kesulitan untuk keluar dari tempat parkir, apalagi jika ada kendaraan lain yang menghalangi. Jika perlu, simpan kunci kendaraan di tempat yang mudah diambil, seperti di kantong, di tas, atau di gantungan.

8. Simpan kunci motor dan mobil di satu tempat yang mudah diambil. Kunci kendaraan adalah salah satu hal yang penting untuk mengaktifkan dan mengendalikan kendaraan kita saat bencana alam terjadi. Jika kunci kendaraan kita hilang atau tertinggal, kita bisa kesulitan untuk mengemudikan kendaraan kita, atau bahkan kehilangan kendaraan kita. Simpan kunci kendaraan di satu tempat yang mudah diambil, seperti di kantong, di tas, atau di gantungan.

9. Terdapat pakaian yang cukup untuk 2-3 hari, terlipat rapi, termasuk pakaian dalam dan lain-lain. Pakaian adalah salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kita saat bencana alam terjadi. Pakaian yang bersih dan kering bisa melindungi kita dari cuaca dingin atau panas, infeksi, atau gigitan serangga. Pastikan kita memiliki pakaian yang cukup untuk 2-3 hari, terlipat rapi, dan mudah diambil, termasuk pakaian dalam, kaos kaki, jaket, dan lain-lain.

Baca Juga :  Kedubes Turki Bantah Larangan Masuk WNI ke Negaranya

10. Shalat tepat waktu, dan jangan lupa beristighfar, berdoa sebelum tidur, baca ayat kursi dan surat al-Mulk, memohon lindungan dan keselamatan kita semua. Shalat adalah salah satu kewajiban dan ibadah yang harus kita lakukan sebagai umat Islam. Shalat bisa membantu kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, rahmat, dan pertolongan-Nya. Shalat juga bisa memberikan ketenangan, kekuatan, dan keberkahan bagi kita. Jangan lupa untuk beristighfar, berdoa sebelum tidur, baca ayat kursi dan surat al-Mulk, yang merupakan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, untuk memohon lindungan dan keselamatan kita semua dari segala bencana dan musibah.

11. Selalu menjaga dzikir keluar rumah dan dzikir pagi dan petang (dzikir al-Ma’tsurat). Dzikir adalah salah satu cara untuk mengingat dan menyebut nama-nama Allah SWT, yang memiliki sifat-sifat yang sempurna dan indah. Dzikir bisa membantu kita untuk meningkatkan iman, taqwa, dan tawakal kepada Allah SWT. Dzikir juga bisa memberikan perlindungan, kebaikan, dan kemudahan bagi kita. Selalu menjaga dzikir keluar rumah dan dzikir pagi dan petang (dzikir al-Ma’tsurat), yang merupakan dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, untuk mendapatkan keberkahan dan keselamatan dari Allah SWT.

Itulah 11 kebiasaan siaga bencana yang perlu diterapkan mulai hari ini, agar kita bisa bertahan dan selamat saat bencana alam terjadi. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa kita, dan semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya dan selalu diberikan keselamatan. Aamiin yaa Robbal’alamin.

@mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

HAB ke-78 Kemenag, Kang DS, "Kita memiliki tugas membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama"

Rab Jan 3 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Setiap tahun baru, setiap insan Kementerian Agama memiliki makna baru. Kementerian Agama dilahirkan pada awal tahun, yakni 3 Januari. Tepatnya 3 Januari 1946. “Artinya, setiap memasuki tahun baru, kita harus memiliki spirit ganda yang muncul dari pergantian tahun dan peringatan hari lahir Kementerian Agama,” demikian […]