11 Orang yang “Setia Bela Rakyat Surakarta” Awali Vaksinasi di Kota Solo

Editor :
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, bersama Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, didampingi Kepala DKK Solo dan tim Satgas Imunisasi RSUD Dr. Moewardi, memberikan keterangan pers tentang kesiapan pelaksanaan vaksinasi tahap pertama./visi.news/tok suwarto.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kota Solo menjadi salah satu kota di Jawa Tengah yang dijadikan pilot proyek vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang dimulai Kamis (14/1/2021) bersama Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Dalam vaksinasi yang diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes) tersebut, jumlah nakes di Kota Solo yang akan diimunisasi tercatat sebanyak 10.620 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, dokter Siti Wahyuningsih, ketika mendampingi Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dalam jumpa pers di aula kantor DKK, Rabu (13/1/2021), menjelaskan, vaksin untuk imunisasi sudah tiba di Solo pada Selasa (12/1/2021) malam dan disimpan di instalasi farmasi kawasan Kecamatan Laweyan.

Jumlah vaksin yang diterima sebanyak 10.609 sehingga masih ada kekurangan 11 vaksin untuk imunisasi nakes yang diprioritaskan pada tahap pertama.

“Vaksinasi akan dimulai Kamis pagi, pukul 08.00 di RSUD Bung Karno Semanggi dan seluruhnya dilaksanakan di 33 fasilitas kesehatan (faskes), baik rumah sakit, poliklinik maupun puskesmas. Seluruh faskes besok (hari ini, red.) sudah siap melaksanakan imunisasi,” katanya.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, untuk mengawali imunisasi pada Kamis pagi pihaknya menyiapkan 11 orang, di antaranya para petinggi di Kota Solo, seperti Danrem 074 Warastratama, Kapolresta Surakarta, Kepala Kejaksaan Negeri, pengurus IDI dan lain-lain, termasuk seorang wartawan yang sehari-hari meliput di Balai Kota Solo, Mariana Ricky dari Solopos.
Secara bersoloroh, wali kota yang akrab disapa Rudy itu, mengatakan, alasan dipilihnya 11 orang untuk mengawali imunisasi, terkandung makna “Setia Bela Rakyat Surakarta” yang kalau disingkat jadi “Sebelas.”

Dia sendiri dan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, katanya, tidak termasuk dalam prioritas imunisasi karena telah berusia lebih dari 60 tahun.

“Saya sebenarnya juga ingin diimunisasi, tetapi karena sudah di atas 60 tahun, tidak. Bagi saya, vaksinasi bukan satu-satunya cara meningkatkan daya imunitas. Yang terpenting adalah menerapkan 4 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” jelasnya.

Dalam prioritas vaksinasi tahap pertama tersebut, tidak terdapat nama Gibran Rakabuming Raka yang merupakan calon Wali Kota Solo terpilih dalam Pilkada yang lalu. Menurut, Rudy, Gibran tidak masuk dalam skala prioritas terkait dengan masalah prosedur karena calon wali kota terpilih itu berstatus sebagai putra Presiden Jokowi.

Rudy juga menegaskan, sampai menjelang dilaksanakannya vaksinasi tahap pertama besok (hari ini), di Kota Solo tidak ada nakes yang menolak diimunisasi. Bahkan, sejauh ini tidak ada nakes yang menyampaikan surat keberatan diimunisasi meskipun mereka berhak menolak vaksinasi.

Menanggapi kemungkinan timbulnya dampak vaksinasi, Agus Joko Susanto, dokter spesialis penyakit dalam, konsultan alergi imunologi klinis dan Ketua Satgas Imunisasi RSUD Dr. Moewardi, Solo, menjelaskan, pasca imunisasi ada dampaknya. Tetapi ditegaskannya, karena bahan baku vaksin Covid 19 merupakan virus mati, dampak pasca imunisasi minimal sekali dan merupakan dampak lokal, seperti gatal-gatal, kemerahan, dan semacamnya.

Untuk memantau dampak ikutan pasca imunisasi (IPI), sambungnya, proses imunisasi dilakukan melalui 4 meja mulai dari skrining sampai observasi.

“Dalam observasi, setelah vaksinasi kita tunggu sekitar 30 menit. Kalau tidak ada gejala yang mengancam jiwa, setelah imunisasi langsung pulang. Tetapi vaksin sudah melalui pengujian di Biofarma sehingga dampak itu minimal sekali,” tuturnya.

Dokter Agus menambahkan, imunisasi bertujuan meningkatkan daya imunitas dan menghentikan penyebaran penyakit. Vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh sudah sering dilakukan di berbagai negara, seperti ketika terjadi wabah cacar, wabah TBC, bahkan wabah Influenza yang merenggut korban jiwa di Eropa, juga dilakukan vaksinasi.

“Harapannya, vaksinasi itu untuk membentuk herd immunity, yaitu pembentukan kekebalan untuk menghentikan penyebaran penyakit. Berdasarkan perkiraan WHO jika 70 persen dari populasi penduduk telah diimunisasi akan tercipta herd immunity. Sedangkan sisanya 30 persen yang tidak diimunisasi akan membentuk imunitas sendiri,” tandasnya. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kang DS Siap Garap Potensi Wisata Kabupaten Bandung

Rab Jan 13 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Bupati Bandung terpilih HM Dadang Supriatna menyatakan dukungannya atas pembukaan destinasi wisata baru di Cicalengka Dreamland yang berlokasi di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Menurutnya hal itu sesuai dengan visi dan misinya yaitu pengembangan industri pariwisata. Namun, Dadang Supriatna meminta dalam pembangunannya agar sesuai […]