VISI.NEWS | SOLO – Memasuki musim penghujan dengan curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Solo setiap hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar “Apel Kesiapsiagaan Mitigasi Bencana” yang kedua tahun 2021, setelah pada 26 April 2021 juga digelar apel yang sama.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, di depan peserta apel siaga yang meliputi berbagai unsur dan dihadiri Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak beserta anggota Forkopimda, di halaman Balai Kota Solo, Rabu (17/11/2021), menyatakan, pemerintah kota bersama berbagai unsur dan masyarakat harus siap siaga mengantisipasi bencana, terutama dalam memasuki musim penghujan.
“Wilayah Surakarta merupakan daerah rawan bencana, khususnya bencana kebakaran dan banjir. Itu sebabnya, kewaspadaan semua pihak perlu ditingkatkan,” katanya.
Gibran mengajak seluruh stake holder terlibat dalam menyiapkan mitigasi bencana dan mengantisipasi dampak bencana melalui koordinasi.
“Alat-alat semua sudah disiapkan dan cukup lengkap. Seberapa cepat aparat merespon bencana, seberapa cepat berkoordinasi dengan semua stake holder, itu menjadi kunci dalam mitigasi bencana,” ujar Gibran.
Wali Kota Solo menegaskan, semua titik bencana terutama bencana banjir yang merupakan bencana tahunan sudah dipetakan.
Selain itu, kata Gibran lagi, Dinas Lingkungan Hidup juga diperintahkan melakukan koordinasi dan inventarisasi pohon pelindung jalan yang tumbang. Sedangkan Dinas Pemadam Kebakaran juga diminta mengantisipasi bencana kebakaran di bangunan publik dan komersial, termasuk pusat perbelanjaan, hotel dan rumah makan, agar menyiapkan alat pemadam kebakaran ringan atau Apar.
Menanggapi pertanyaan wartawan seusai memimpin apel, wali kota Solo mengungkapkan, titik – titik kawasan rawan bencana di Kota Solo yang menjadi langganan banjir setiap tahun, khususnya di permukiman sekitar sungai menjadi prioritas pemantauan.
Selain itu, juga terdapat kawasan rawan bencana tanah longsor di wilayah Kelurahan Mojosongo yang juga dalam pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo.
“Daerah Joyosuran Kecamatan Pasar Kliwon termasuk daerah rawan banjir tahunan. Sedangkan Mojosongo merupakan kawasan berisiko bencana longsor. Saya sudah menginstruksikan dinas PUPR agar tahun 2022 nanti talud sungai di Mojosongo direhabilitir. Di wilayah itu ada bangunan rusak akibat talud ambrol. Kita akan menyediakan rumah kontrakan kepada pemilik rumah, selama masa perbaikan talud,” jelasnya.
Gibran juga memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemangkasan pohon – pohon yang rawan tumbang, khususnya pohon angsana yang rawan tumbang namun cepat tumbuh.
“Kita lakukan rampel yang agak ekstrim, karena angsana cepat tumbuh dan rawan tumbang. Sudah terjadi 8 kali pohon angsana tumbang,” sambungnya.
Sementara, Kepala BPBD Kota Solo, Nico Agus Putranto, mengutip prakiraan BMKG menyebut curah hujan masih dalam kategori rendah, sehingga Kota Solo masih relatif aman.
“Di saat cuaca ekstrem sekarang ini, Kota Solo termasuk kategori sedang dan tidak dalam kondisi rawan atau tinggi. Kerawanan hanya genangan banjir dan tanah longsor di titik – titik tertentu,” tuturnya.
Dia menambahkan, potensi bencana yang menjadi fokus pantauan BPBD adalah banjir dan angin yang tergolong rendah sedang.
BPBD sudah mematakan daerah rawan bencana, meliputi 15 kelurahan, antara lain Kelurahan Serengan, Sangkrah, Jebres, Sewu, Pucangsawit, Gandekan, Joyontakan, Kedung Lumbu, Pajang, Banyuanyar, Sumber, Mojo, Kadipiro, Banjarsari, dan Semanggi.@tok