Jelekong, Bukan Hanya Dalang Wayang Golek Saja

Visi.news – Nama Jelekong, sudah lama dikenal sebagai tempat tinggalnya “Kerajaan” Giriharja. Disini secara turun temurun lahir nama-nama dalang kondang, dari mulai Abah Sunarya, Asep Sunandar Sunarya, Ade Kosasih Sunarya, Iden Sunarya, Ugan Sunarya, Dadan S. Sunarya, Deden Sunarya, dll. Stok dalang di sini sangat berlimpah, belum lagi cucu dan cicit dalang yang sudah banyak yang menguasai seni pedalangan meski usianya masih tergolong anak-anak.

Jelekong, sebetulnya bukan hanya centranya dalang wayang dan perajin wayang golek. Di Jelekong, para wisatawan juga bisa menikmati ragam jenis lukisan hasil anak-anak di daerah ini. Seperti juga seni pedalangan, untuk lukisan pun tidak sedikit perajinnya yang turun temurun. Di sini, selain perajin yang memamerkan lukisannya di outlet-outlet yang berada di pinggir jalan desa, juga banyak di perkampungan-perkampungan penduduk.

Seakan mirip Ubud Bali yang menjadi gudang seniman handal maka seniman Giriharja Jelekong terkenal sebagai seniman wayang golek, seni lukis, serta sejumlah kesenian lainnya seperti sisingaan, jaipongan, pencak silat, dan lainnya. Desa wisata Jelekong pastinya terkenal sebagai tempat pelukis handal di Bandung.

Memasuki jalan utama Jelekong di Kampung Giriharja RT 1 RW 1 pandangan mata Anda akan langsung tertuju pada ratusan kanvas yang dijemur di kanan kiri jalan. Ada sekitar 20 galeri di sepanjang jalan desa. Perpaduan warna yang lembut hingga mencolok seirama bau cat basah sebagai tempat sempurna bagi penikmat seni lukis. Di Jelekong, sekitar 600 pelukis menjajakan seni yang akan memudahkan penikmat seni untuk mencari dan mendapatkan lukisan yang diinginkan hanya dengan pergi ke satu daerah saja.

Kawasan ini memiliki keahlian membuat lukisan panorama pedesaan, pacuan kuda, buah-buahan, kereta kencana, ikan koi, atau adu ayam. Hampir separuh warga Jelekong menghidupi keluarganya dari memasarkan lukisannya ke Semarang, Bogor, Bandung, Bali, Malaysia, Arab Saudi, bahkan beberapa galeri dan tempat penjualan lukisan di Kota Bandung pun dipenuhi oleh hasil kreasi pelukis Jelekong dengan harga jual lebih tinggi.

Keahlian penduduk Desa Jelekong dalam melukis diwariskan secara turun temurun oleh seorang Seniman Jelekong Bapak Odin Rohidin sampai saat ini dilakukan secara terus menerus sebagai salah satu sendi kehidupan masyarakat Desa Jelekong.

Setidaknya 200 kepala keluarga di Desa Jelekong berhasil menaikkan taraf hidup dengan keahlian mereka. Meski diproduksi massal, lukisan karya pelukis Jelekong tetap menarik wisatawan. Harganya murah, berbeda dengan lukisan perupa terkenal yang mencapai jutaan. Demi menyambung hidup, cita rasa seni rupa berhasil dikolaborasikan dengan industri yang mengikuti selera pasar.

Untuk satu lukisan pemandangan di atas kanvas berukuran 135 cm x 40 cm harganya Rp 150.000,00 hingga ada yang mencapai puluhan juta rupiah, bergantung dari besar lukisan, cat yang digunakan, hingga tingkat kesulitan.

Di Bandung Anda dapat membeli karya warga Jelekong ini di pusat Kota Bandung, tepatnya di kawasan Braga. Di jalan sepanjang 700 meter itu, berjajar pedagang lukisan kaki lima hingga galeri lukisan ternama, seperti galeri seni jalanan.

Untuk menjangkau lokasi wisata ini sangat mudah. Dari Gerbang Tol Buahbatu, belok ke kiri terus menelusuri Jalan Terusan Buahbatu – Jl. Bojongsoang – Jl. Siliwangi – Jl. Raya Laswi, tepat di tempat yang ada pangkalan ojeg Giriharja, minimarket Indomart, Yomart dan Alfamart, Pesantren Seni Budaya, ini sudah memasuki wilayah Jelekong. Dari Gerbang tol kurang lebih 10 km. Aksesnya sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan besar seperti bus maupun kendaraan kecil.@Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas