H. Gungun Gunawan, Nia Purnakania dan H. Anang Susanto/visi.news/net

Pilbup Mulai Berproses, Ini Nama yang Digadang Bakal Calon Bupati Bandung

Visi.news – Tahapan untuk pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan dimulai Juni ini dari penyusunan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) mengenai Pilkada Serentak 2020 hingga pengalokasian anggaran oleh DPRD masing-masing daerah.

Menurut Arief, sebagai persiapan awal pihaknya akan mulai menyusun aturan teknis Pilkada 2020. Aturan PKPU tentang tahapan, program dan jadwal Pilkada 2020.

Baca juga

Siswanda, “Kalau Bu Nia Mencalonkan, Saya Punya Calon Potensial”
Agus Yasmin,”Pak Obar, Bersediakan Melepas Kekuasaan di Kab. Bandung?”
Catatan Pemilu 2019 (1): Kenapa Mereka Bisa Melenggang ke Senayan?
Catatan Pemilu 2019 (2): Suara Kekar untuk DPRD Jabar
Catatan Pemilu 2019 (3): Banyak Kejutan, Siapa Calon Ketua DPRD Kab. Bandung?

“Kami merencakan membuat PKPU tentang tahapannya bulan Juni ini ya. Jadi PKPU tahapan  itu bisa digunakan oleh para pihak untuk mempersiapkan dirinya. Misalnya, untuk pemerintah daerah mempersiapkan penyusunan anggaran, kemudian untuk KPU setempat yang sedang menyelenggarakan pilkada bisa segera menyiapkan rencana kegiatan dan rencana anggaran,” jelas Arief kepada wartawan di Kantor KPU,  Menteng, Jakarta Pusat, Senin lalu.

Kemendagri sendiri sudah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2019 sebagai rujukan pemerintah daerah untuk menyiapkan anggaran pilkada serentak dalam APBD 2020. Aturan tersebut, kata Kapuspen Kemendagri Bahtiar, akan disosialisasikan mulai besok, Selasa,18 Juni 2019.

Di Kab. Bandung

Di Kab. Bandung, menjelang berakhirnya masa pemerintahan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser tahun depan, sejumlah nama digadang-gadang akan meramaikan bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kab. Bandung dalam Pilkada Serentak 2020 mendatang. Beberapa nama, berdasarkan pemantauan visi.news hingga Minggu (16/6), bakal meramaikan bursa Bakal Calon (Balon) Bupati Bandung. Tidak sedikit yang muda-muda namun potensial dan kaya pengalaman politik.

Nama-nama yang muncul tersebut diantaranya, Wakil Bupati Bandung H. Gungun Gunawan (42). “Insya Allah saya akan maju dalam Pemilihan Bupati Bandung yang akan datang,” ujar Gungun kepada visi.news, dalam sebuah acara peresmian mesjid di Baleendah.

Gungun sudah cukup pengalaman dibidang pemerintahan. Selama hampir lima tahun ia “dibimbing” oleh H. Dadang M Naser menjalankan roda pemerintan Kabupaten Bandung. Sebelumnya, ia juga berpengalaman di legislatif saat menjadi anggota DPRD Kab. Bandung periode 2009-2014. Jebolan S-2 ITB ini, sekarang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PKS Kab. Bandung.

Nama lain yang potensial menjadi kandidat Bupati Bandung adalah Nia Purnakania (37). Jebolan s-2 Unpad ini disamping punya garis keturunan politisi kawakan PDIP di Kab. Bandung juga sudah cukup matang dalam berpolitik.

Wanita cantik yang akrab disapa Nia ini sudah dua periode menjadi anggota DPRD Jawa Barat, dan kembali terpilih untuk periode ketiga dari Dapil Jabar 2 Kabupaten Bandung dengan mengantongi 44.020 suara.

Pada periode pertama 2009-2014, wanita kelahiran 25 Februari 1982 yang merupakan sulung dari empat bersaudara pasangan H. Yadi Srimulyadi dan Dra. Hj. Rosa Asmara meraup suara banyak dari Dapil IV (Kota dan Kabupaten Bogor) dan mengantongi nomor anggota parlemen 67 di DPRD Jabar. Sedangkan pada periode kedua 2014-2019, Nia juga sukses lolos ke Jabar dari Dapil 2 (Kabupaten Bandung dan Bandung Barat).

“Kita lihat dulu perkembangannya seperti apa, kalau memang peluangnya cukup besar kenapa tidak,” ungkap H. Yadi Srimulyadi, saat berbincang dengan visi.news di rumahnya di Batu Molek, Batununggal, Kota Bandung.

Nama lain, Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bandung H.M. Dadang Supriatn. Pria pekerja keras yang pernah “berbenturan” dengan H. Dadang M. Naser pada Musda Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kab. Bandung tahun 2016 lalu, hanya lengser satu grade, dari Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kab. Bandung menjadi wakil ketua. Sebagai politikus Dadang tetap survive bahkan sekarang melenggang ke DPRD Jawa Barat dengan mengantongi 46.653 suara dari Dapil Jabar 2 Kab. Bandung. Dadang juga terbilang cukup akrab dengan seniornya dari PDIP H. Yadi Srimulyadi itu. “Masih dipertimbangkan maju tidaknya karena raihan suaranya hanya 40 ribuan, dan lagi Pak Anang kemungkinan mencalonkan juga,” ujar sumber dekat Dadang Supriatna.

Selain nama Dadang, di Golkar Kabupaten Bandung juga mencuat nama H. Anang Susanto, yang pada Pileg 2019 ini lolos dengan suara tertinggi ke DPR RI. Salah satu alasan yang mendorong Ketua DPRD Kab. Bandung itu terjun dalam bursa Pilkada Serentak 2020 selain karena faktor kesehatan juga modal suara yang sangat memadai.

Sumber: pemilu2019.kpu.go.id/diolah litbang visi.news

“Beliau mungkin jadi mencalonkan sebagai Bupati Bandung tahun depan, salah satunya karena faktor kesehatan,” ujar sumber dekat H. Anang Susanto.

Anang pantas mencalonkan dengan modal suara dirinya yang meraup 120 ribuan suara dan menjadi peraih suara terbanyak dari seluruh kandidat legislator dari partai berlambang beringin dari Kabupaten Bandung itu.  Selain itu, teritorial Kabupaten Bandung pasti sudah sangat dikuasai, sehingga kans untuk maju sebagai kandidat Bupati Bandung 2021-2025 sangat besar.

Nama Dadang Rusdiana, juga disebut sebut akan ikut bertarung dalam Pilkada Serentak 2020 nanti. Bagaimana pun Dadang yang pernah menjadi anggota DPRD Kab. Bandung dan DPR RI, meski gagal untuk Pileg 2019 masih punya basis massa di Kabupaten Bandung. Terlebih dalam perpolitikan lokal Kab. Bandung Dadang pernah meniti karier dari bawah mulai dari aktifis lokal di daerahnya sendiri di Arjasari, Ketua KNPI hingga jadi legislator.

Dari “trah” H. Obar Sobarna, nama Kurnia Dadang Naser disebut-sebut masih melihat perkembangan menjelang pemilihan bupati nanti. Sikap “wait and see” dari kubu penguasa ini tentunya untuk kelancaran dan keselamatan pemerintahan sekarang ini. Meski demikian, ketika Nia, sapaan akrab wanita tersebut ketika ditanyakan kemungkinannya maju dalam pilbup nanti, masih belum ada rencana. “Tong waka ngobrol nu kitu kang, teu acan aya rencana,” ungkapnya meski dukungan untuk putri H. Obar Sobarna ini untuk mau sebagai cabup terus mengalir.

Sejumlah nama lain diperkirakan masih bakal muncul menjelang Pilkada Serentak 2020 nanti. Diantaranya ada dari kalangan profesional yang masih menunggu perkembangan proses menjelang suksesi kepemimpinan di Kab. Bandung ini. Bahkan Nasdem Kab. Bandung jauh-jauh haru sudah mulai menjaring kandidat yang memiliki kualifikasi sebagai pemimpin dan mampu menjawab tantangan permasalahan yang dihadapi Kabupaten Bandung saat ini.

“Kami dari Nasdem membuka peluang sebanyak-banyaknya untuk calon pemimpin potensial di Kabupaten Bandung. Tanpa Mahar. Yang penting mereka punya kualifikasi sebagagai calon pemimpin yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan Kabupaten Bandung saat ini, dan tentunya punya biaya untuk sosialisais kepada masyarakat,” ungkap Ketua DPC Nasdem Kab. Bandung H. Agus Yasmin.@aep s abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas