Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, S.I.K., langsung memimpin rilis hasil Operasi Patuh Lodaya 2019 didampingi Wakapolres Kompol Kholik, S.I.K., Kabag ops Kompol Apri Rahman, S.E., Kasat Lantas AKP Rizky Adi Saputro, S.H., S.I.K., Kasi Propam Iptu Nurdin, Kanit Regident Iptu Aceng Jaenudin, Baur SIM Aiptu Tata Setiawan, dan Kasubag Humas Ipda Muslih, S.H./visi.news/wahyudin.

Polres Garut Tindak 5.465 Kasus Pelanggaran dalam Operasi Patuh Lodaya 2019 , Pengendara Roda Dua Dominasi Pelanggaran

Visi.news – Kepolisian Resort Garut gelar konferensi pers tentang pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2019 yang dimulai tanggal 29 Agustus sampai dengan 11 September.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, S.I.K., langsung memimpin rilis hasil Operasi Patuh Lodaya 2019, didampingi Wakapolres Kompol Kholik, S.I.K., Kabag ops Kompol Apri Rahman, S.E., Kasat Lantas AKP Rizky Adi Saputro, S.H., S.I.K., Kasi Propam Iptu Nurdin, Kanit Regident Iptu Aceng Jaenudin, Baur SIM Aiptu Tata Setiawan, Kasubag Humas Ipda Muslih, S.H., di Mako Polres Garut, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (12/9).

AKBP Budi Satria Wiguna menuturkan, hasil 14 hari kegiatan Operasi Patuh Lodaya 2019 ini telah mengeluarkan surat tilang sebanyak 5.465 lembar dan teguran sebanyak 2.225 surat. Barang bukti yang telah disita dari para pelanggar lalu lintas, kata Budi, SIM 1.416 kartu, STNK 3.854 surat, endaraan roda dua 163 unit, dan roda empat 31 unit.

“Setelah digabung kurang lebih dua minggu, peningkatannya cukup lumayan dibandingkan tahun lalu, ada peningkatan 166%. Yang mendominasi pelanggaran rata-rata pengguna kendaraan roda dua, yaitu tidak menggunakan helm. Kedua, kelengkapan surat-surat yang rata-rata STNK yang pajaknya mati,” ucap Kapolres Garut.

Padahal kata Budi, setiap saat dilakukan sosialisasi terhadap pelajar, masyarakat umum, dan pegawai terkait kesadaran hukum dan keselamatan berkendara dan berlalu lintas.

“Sebetulnya, setelah berhari-hari sejak operasi agak lumayan, cuma kalau melihat trend jadi meningkat. Harapan kami ke depan jangan hanya takut karena operasi, masyarakat sadar hukum, sadar akan keselamatan sendiri. Jangan seakan-akan lengkap berkendara saat operasi, selesai operasi kambuh lagi,” tandasnya.

Kapolres Garut juga menambahkan, mengenai kendaraan dinas, pastinya dinas terkait telah menyiapkan anggaran untuk pajaknya, tapi kenyataannya masih ada ditemukan surat-surat atau STNK yang pajaknya mati termasuk pajak yang lima tahunan, pungkas Kapolres Garut.

Berikut hasil akhir jumlah rincian Penindakan Pelanggaran Operasi Patuh Lodaya 2019, di Wilayah Hukum Polres Garut, dari tanggal 29 Agustus sampai dengan. 11 September 2019.

Total tilang 5.465 perkara, berupa teguran 2.255 perkara. Adapun jenis pelanggaran sebagai berikut :

1. Tidak menggunakan helm SNI 2.691 perkara
2. Melawan arus 672 perkara
3. Berkendara di bawah umur 549 perkara
4. Tidak menggunakan safety belt 196 perkara
5. Gunakan HP saat berkendara 186 perkara
6. Berkendara di bawah pengaruh alkohol 1 perkara
7. Lain-lain 910 perkara.

Barang bukti (BB) yang disita :

1. Surat Izin Mengemudi (SIM) 1.417 lembar.
2. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) 3.854 lembar. 3. Kendaraan roda dua 163 unit.
4. Kendaraan roda empat 31 unit.

Kendaraan yang terlibat pelanggaran :

1. Sepeda motor 4.525 unit
2. Mobil penumpang 555 unit
3. Mobil bus 59 unit.
4. Mobil barang 326 unit

Profesi pelaku pelanggaran :

1. Pegawai negeri sipil (PNS) 238 perkara.
2. Karyawan swasta 2.789 perkara.
3. Pelajar/mahasiswa 1.377 perkara.
4. Pengemudi (sopir) 120 perkara.
5. Lain-lain 941 perkara. @wah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas