H. Firman B. Sumantri anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar./visi.news/apih igun.

Anggota Dewan Angkat Bicara Soal Drainase

Visi.news – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, mulai berbicara soal pembangunan drainase yang berada di tiga wilayah Kabupaten Bandung.

Adalah H. Firman B. Sumantri dari Fraksi Golkar mengatakan, pembangunan drainase di Terminal Soreang, Jalan Kopo – Soreang, dan Jalan Soreang Cipatik, terlambat pengerjaannya. Firman mengakui terlambat karena pelaksanaannya terkesan kurang matang.

Menurut Firman, ada dua jenis saluran beton drainase yang diterapkan. Pertama, beton u ditch yaitu saluran beton bertulang dengan bentuk penampang huruf U dan diberi tutup. Digunakan untuk saluran drainase atau irigasi. Ketinggiannya bervariasi mengikuti kebutuhan atau elevasi saluran.

“Yang kedua, buis beton atau gorong-gorong beton. Saluran permanen tanpa bisa dibuka tutup. Jadi anntara u dicht dan buis beton berbeda ukuran. Kalau di ketinggian dipasang u dicht dan di bawahnya buis beton, maka pembangunan drainase itu akan percuma saja sebab debit air dari atas tidak akan tertampung,” kata Firman, di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Kamis (3/10).

Sementara itu anggota dewan lainnya, Franiko, dari Fraksi Gerindra, juga angkat bicara soal drainase ini. Franiko mengatakan, pembangunan drainase itu harus ada penyesuaian tempat atau wilayah. Jika terjadi kesalahan pembangunan drainase karena tidak sesuai dengan perencanaan, akan muncul biaya lain untuk perbaikannya.

“Lokasi banjir itu ada di depan Alfamart pas pertigaan Jalan Al Fathu, tapi yang diperbaiki kok drainase yang ada di seberangnya. Ini kan gak nyambung,” ujar Franiko.

Menurut dia, hal ini diindikasikan sebagai kesalahan konsep pembenahan. Konsekuensinya jelas, harus ada pembangunan ulang di seberang jalannya yang juga merupakan pintu air irigasi.

“Harus sepadan antara pembuatan drainase dengan jalan yang ada sehingga tidak berseberangan,” tukasnya. @pih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas