Ilustrasi demo Hongkong./ap photo/vicent yu.

Hongkong Resmi Larang Penggunaan Masker bagi Demonstran

Visi.news – Pemimpin Hongkong, Carrie Lam, resmi mengumumkan aturan yang melarang penggunaan masker saat demonstrasi, Jumat (4/10).

Dalam jumpa pers, Lam menuturkan larangan itu akan berlaku secara efektif pada Sabtu 5 Oktober besok usai menggelar rapat kabinet khusus.

Lam menuturkan perintah untuk memberlakukan larangan mengenai Aturan Penggunaan Penutup Wajah adalah keputusan yang dibutuhkan.

Meski begitu, ia membantah bahwa aturan yang juga pernah diterapkan di masa penjajahan Inggris itu kembali diberlakukan karena Hongkong tengah dalam status darurat.

“Kami sekarang berada dalam bahaya publik yang serius. Hal penting bagi kita untuk menghentikan kekerasan dan mengembalikan ketertiban pada masyarakat sesegera mungkin,” kata Lam seperti dilansir CNN Indonesia.

“Kami percaya undang-undang baru ini akan menciptkan efek jera terhadap demonstran dan perusuh bertopeng (masker).”

Lam mengaku tidak menetapkan kapan undang-undang itu akan berakhir.

Mengutip sumber pejabat Hongkong, surat kabar South China Morning Post (SCMP) melaporkan dalam aturan baru itu setiap pelanggar akan dikenai sanksi penjara hingga satu tahun atau denda hingga Rp 50 juta.

Selain itu, Hongkong juga tengah mempertimbangkan rencana memperpanjang tenggat waktu penahanan tersangka hingga 48 jam.

Tak lama setelah Lam mengumumkan aturan itu, ratusan pedemo mengepung distrik pusat bisnis untuk menolak larangan tersebut. Para demonstran menuturkan akan memperluas aksi penolakan mereka pada Jumat malam.

Media sosial Hongkong juga dibanjiri oleh para netizen yang geram dengan keputusan Lam. Mereka bahkan bersumpah akan turun ke jalan selama tiga hari ke depan untuk menolak aturan tersebut. @fen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas