Kemacetan lalu lintas di jalur jalan Bundaran Cibiru-Cileunnyi kian parah./visi.news/yayan sofyan

Bundaran Cibiru-Cileunyi Jadi Jalur “Neraka”, Solusi Baru Sebatas Wacana


Kian parahnya kemacetan di ruas jalan Bundaran Cibiru-Cileunyi diharapkan segera dicarikan solusi./visi.news/yayan sofyan.

Visi.news – Jalur lalu lintas Bundaran Cibiru, Kota Bandung-Cileunyi Kabupaten Bandung, Jawa Barat kian hari kian macet, kumuh, dan kerap terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
Dengan kondisi memprihatinkan di ruas jalan nasional ini, para pengguna jalan kini menyebutnya jalur “neraka”. Betapa tidak, selain kerap terjadi kemacetan parah dari dua arah jalan terutama pada jam-jam sibuk, kerap pula terjadi lakalantas.
Kekumuhan tampak di kiri dan kanan jalan. Tugu batas kota pun tak terurus, penuh aksi vandalisme dan huruf-hurufnya sebagian hilang.
Jalan di sebagian titik bergelombang dampak kendaraan melebihi tonase. Belum lagi, bangunan liar di jalan tersebut bemunculan yang menyita trotoar hingga drainase.
Wajar jika para pengguna jalan menyebutnya jalur neraka. Sebab, kemacetan dan kesemrawutan di jalur tersebut kini kian parah, termasuk kejadian lakalantas. Jika sudah terjadi kemacetan parah, apalagi jika ada lakalantas, petugas Polsekta Panyileukan dan Polsek Cileunyi harus ekstra keras mengatur dan mengurai kemacetan.
“Memang jangankan para pengguna jalan, kami pun dari pengurus Asosiasi BPD Cileunyi dan Forum RT/RW se-Kec. Cileunyi sudah memplesetkan jika ruas jalan Bundaran Cibiru-Cileunyi kini sudah jadi jalur neraka. Faktanya, tiap hari kerap macet parah, terutama jam-jam sibuk, kerap terjadi lakalantas dan tampak kekumuhan serta sebagian jalan bergelombang,” kata R. Setiawan pengurus Asosiasi BPD Cileunyi, Senin (7/10).
Didampingi Dedi Rohendi, Ketua RW di Desa Cileunyiwetan yang juga pentolan PDIP Cileunyi dan Ketua RW 11 Kp. Sadang, Desa Cinunuk, Setiawan mengatakan, ada beberapa faktor mengapa jalur ini kian semrawut, macet, dan kerap terjadi kecelakaan sehingga orang-orang menyebutnya jalur neraka.
“Bayangkan, jalur Bundaran Cibiru-Cileunyi jalur tumpahan kendaraan dari berbagai arah, baik dari arah timur atau arah barat. Dari arah barat kendaraan dari arah Soekarno-Hatta dan Ujungberung masuk ke ruas Bundaran Cibiru-Cileunyi. Dari arah timur kendaraan dari arah Sumedang, Garut, dan tol masuk jalur Cileunyi-Bundaran Cibiru. Jelas terjadilah penyempitan. Sedangkan di jalur tersebut tak ada jalur alternatif,” kata Setiawan.
Terkait persoalan mendesak ini pihaknya sangat berharap, Pemkab Bandung, Pemkot Bandung dan pemerintah pusat segera duduk bersama mencari solusi.
“Kesemrawutan jalur ini sudah darurat, pengguna jalan benar-benar tersiksa, jangan menunggu korban berjatuhan akibat laka lantas. Dulu ada wacana Kawasan Cileunyi Terpadu (KCT) dan Jalan Lingkar Cileunyi tapi sekadar wacana. Termasuk sekarang mencuat wacana pembangunan under pass Cibiru. Tapi semuanya hanya wacana,” tandasnya.

Legislator Prihatin

Hal senada dilontarkan Riki Ganesa, wakil rakyat dari DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Golkar. Riki didampingi H. Dudin, tokoh masyarakat Desa Cimekar yang juga pentolan salah satu LSM mengaku prihatin melihat jalur lalu lintas Bundaran Cibiru-Cileunyi ini. Pihaknya sangat berharap dinas terkait segera turun tangan mengatasi kemacetan dan kesemrawutan ruas di jalur tersebut.
“Jujur, jalur Bundaran Cibiru-Cileunyi kini sangat memprihatinkan. Bayangkan, tiap hari terutama di jam-jam sibuk kerap macet, kerap terjadi lakalantas karena sebagian jalan bergelombang karena dampak truk melebihi tonase. Kenapa truk melebihi tonase bisa lewat dan mengapa truk pengangkut tanah bisa seenaknya lewat saat jam-jam sibuk? Ini sudah harus jadi perhatian dinas terkait,” tandas Riki.
Dikatakan Riki, pihaknya sangat berharap Pemkab Bandung, Pemkot Bandung, dan Pemprov Jabar urun rembuk. Termasuk pemerintah pusat untuk segera dicarikan solusi.
“Ini kan jalan nasional masa dibiarkan macet, kumuh, dan amburadul,” kata Riki seraya menyebutkan, pihaknya akan terus mendorong Pemkab Bandung untuk melakukan langkah-langkah nyata.

Siap Cek Lapangan

Sementara itu, terkait kemacetan lalu lintas di jalur Bundara Cibiru-Cileunyi, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kemacetan di jalur tersebut sudah jadi pembahasan Pemprov Jabar untuk dicarikan solusi. Terkait kekumuhan di tugu batas kota di Cibiru yang tak terawat, penuh aksi vandaliseme dan hurufnya sebagian hilang Ridwan Kamil berjanji akan cek ke lapangan.
“Kekumuhan di tugu batas kota di Cibiru akan segera dicek ke lapangan,” kata orang nomor 1 di Jabar ini saat menghadiri pernikahan putra insan pers di Gedung Perhutani Jalan Soekarno Hatta, Bandung.
Sebelumnya, saat kampanye Pilgub Jabar di sebuah pontren di Cileunyi, Ridwan Kamil mengatakan, jika dirinya terpilih jadi Gubernur Jabar, pihaknya akan segera memikirkan kemacetan jalur Bundaran Cibiru-Cileunyi untuk dicarikan solusi.
“Jika ada pengguna jalan menyebut jalur Bundaran Cibiru-Cileunyi jalur neraka ya sah-sah saja karena kemacetannya parah. Jalur neraka kan bukan hanya Bundaran Cibiru-Cileunyi, tapi ada sejumlah jalur di Jabar tergolong jalur neraka. Insyaallah, jika saya terpilih jadi Gubernur Jabar segera benahi dan dicarikan solusi,” kata Kang Emil sapan Gubernur Jabar ini saat berkampanye dulu. @yan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas