Salah satu anggota polantas mengadang pengendara motor yang akan kabur saat diberhentikan petugas, Senin (7/10)./visi.news/apih igun

Operasi Rutin Diduga Bocor, Sejumlah Pengemudi Putar Arah

Visi.news – Polres Bandung kembali menggelar operasi kendaraan bermotor (ranmor) di Soreang, tepatnya dekat pintu gerbang Kompleks Pemkab Bandung, Senin (7/10).

Namun, operasi itu diuga bocor terbukti banyak kendaraan yang memutar arah dan enggan menggunakan jalan protokol Soreang itu. Pengemudi roda dua yang putar haluan juga ada yang langsung belok ke warung atau gedung perkantoran yang ada di dekat lokasi operasi berlangsung.

Pemandangan itu sudah tak aneh lagi bagi warga Kampung Bancet, Desa Cingcin karena warga suka ada yang nongkrong di lokasi itu dan sengaja menonton operasi rutin.

Ahmad (42) warga Kampung Bancet mengatakan, kalau ada operasi rutin antar penumpang angkot atau ojeg selalu saling memberi tahu.

“Kan kalau ada operasi itu selalu saling info. Makanya wajar kalau banyak pengendara yang putar arah atau bahkan pura-pura ke warung atau mampir ke kantor yang dekat dengan lokasi operasi . Ketimbang kena tangkap operasi mendingan menunggu lama di warung,” katanya.

Operasi yang mengerahkan puluhan personel kepolisian itu juga menyita perhatian warga yang melintas. Operasi yang dipimpin Panit Patwal Polres Bandung, Iptu Sugiarto, mengatakan, operasi bertujuan menekan angka kecelakaan dan menertibkan kelengkapan surat-surat, seperti SIM dan STNK pengendara, baik roda dua atau roda empat.

Dikatakannya, para pengendara motor yang memilih berbalik arah atau terpaksa melawan arus karena merasa bersalah.

“Mereka itu kan merasa bersalah sehingga banyak pengendaran roda dua yang balik arah saat melihat kami, menggelar operasi,” katanya.

Dikatakan Sugiarto, pihaknya akan mengejar pengendara roda dua yang balik arah atau tancap gas jika sekiranya membahayakan pengendara lainnya. Sebab, hal tersebut selalu dilakukan pengendara di tempat operasi berlangsung. Padahal lanjutnya, pengendara juga tidak selamanya ditilang kalau memang tidak bersalah.

“Namun, jika tidak kami kejar juga tidak akan membuat jera mereka. Ya sudah dibiarkan saja karena lain waktu kami masih akan melakukan operasi rutin ini,” tambahnya.

Menurut dia, yang terjaring dalam setiap operasi adalah pengendara yang tidak memiliki SIM dan berboncengan tidak menggunakan helm. Dalam kesempatan itu, Sugiarto mengimbau para pengguna kendaraan mematuhi peraturan demi keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

“Sekalai lagi kami sampaikan lengkapi surat-surat saat berkendaraan ke mana saja demi aman dan nyamannya berlalu lintas di jalan raya,” pungkasnya. @pih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas