Camat Rancaekek, Baban Banjar (kedua dari kanan) didampingi sejumlah pengurus koperasi setempat, menghadiri undangan musyawarah, Selasa (8/10)./visi.news/apih igun

Kisruh Kepengurusan KUD Wahana Karya Rancaekek Mendapat Perhatian Dewan

Visi.news – Kisruh kepengurusan Koperasi Unit Desa (KUD) Wahana Karya, Pasar Rancaekek Kabupaten Bandung, mendapat perhatian dari H. Yayat Sudayat, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung.

Wakil rakyat yang akrab disapa Abah Yayat ini menjelaskan, untuk menyelesaikan permasalahan ini harus dicari solusi terbaik.

“Harus ada koordinasi dengan Dinas Koperasi dengan memanggil semua pihak yang terlibat. Hal ini dimaksudkan agar dicari jalan keluar terbaik sehingga kegiatan operasional koperasi tidak terganggu di dalam melayani anggotanya,” kata Abah Yayat di ruang Fraksi DPRD, Selasa (8/10).

Dijelaskan Abah Yayat, berdasarkan keterangan pengurus koperasi Wahana Karya, pihak Dinas Koperasi Kabupaten Bandung tidak pernah hadir setiap diundang rapat anggota tahunan (RAT).

“Seharusnya dinas koperasi hadir agar dapat memfasilitasi dan memanggil pihak – pihak yang berkepentingan di dalam menyelesaikan permasalahan di KUD Wahana Karya Rancaekek. Intinya pihak dinas koperasi harus terlibat langsung menengahi permasalahan KUD Wahana Karya tersebut guna kelancaran operasional koperasi yang selama ini melayani kepentingan anggota dari 13 desa dan 1 kelurahan,” terangnya.

Ditambahkan, saat ini ada 3 kubu yang saling mengklaim kepengurusan KUD Wahana Karya. Kepengurusan ini sudah berjalan hampir 13 tahun.

“Hal ini baru terungkap ketika saya menghadiri undangan rapat luar biasa KUD Wahana Karya pada hari Senin ( 7/10 ) lalu. Kami dari Komisi B memang mempunyai tupoksi di ranah koperasi sehingga menjadi kewajiban dan merasa perlu memberikan masukan serta solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Rancaekek, Drs. Baban Banjar mengaku diundang pihak KUD untuk menghadiri rapat luar biasa.

“Tapi saya tidak dapat memberikan rekomendasi kepada ketiga pengurusan yang berseteru. Ke depan pihak kepengurusan dan jajarannya di KUD Wahana Karya agar duduk bersama untuk memusyawarahkan hal tersebut. Ini kan untuk kelancaran pelayanan kepada para anggota koperasi ini,” pungkas Baban. @pih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas