Calon Kades Cingcin nomor urut 1, H Aceng Syuhud, membuka undian saat penomoran calon kades, di Desa Cingcin Soreang belum lama ini./Visi.news/apih igun

Semua Pihak Diharap Hindari Konflik pada Pilkades Serentak

Visi.news – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Bandung meminta masyarakat menghindari konflik dalam pemilihan kepala desa (pilkades).
Hal itu diungkapkan anggota dewan Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, H Cecep Suhendar, kepada wartawan, Senin (14/10).
Dia berharap semua pihak untuk menghindari konflik internal dalam pilkades serentak nanti.
“Jika ada beberapa titik rawan, harus disikapi yang menjadi tanggung jawab bersama untuk menanggulanginya. Untuk itu, kami berharap saat pilkades nanti, bisa tercipta suasana aman, kondusif, atau pilkades sukses tanpa ekses, ” ujarnya.

Kampanye Terbuka

Sementara itu, jelang pelaksanaan kampanye terbuka mulai tanggal 20 – 22 Oktober, panitia pilkades diminta menyesuaikan jadwal pelaksanaannya. Pasalnya, khusus untuk yang calonnya lima orang, dalam pelaksanan kampanye tersebut sebaiknya lebih efektif dan tidak mengundang bentrokan.
“Kalau sekiranya bisa mengundang bentrokan, kampanye terbuka lebih baik ditiadakan saja,” terang kepala DBMP Kabupaten Bandung H Tata Irawan di sela-sela Bimtek KPPS Senin (14/10).
Teknik pelaksanan kampanye, lanjut dia, diserahkan sepenuhnya kepada panitia pilkades masing-masing di desanya. Ia hanya menghimbau karena di desa ada yang calon kadesnya lima orang. Maka sebaiknya jadwal kampanye lebih tepat.
“Jadi terlalu sempit kalau tiga hari dibagi lima,” katanya
Ia menambahkan, teknik pelaksanaan kampanye calkades telah dibuat kesepakatan sebelumnya antara para calon kades dengan panitia. Karena itu, jika ada calon yang kemudian ingin debat terbuka, tapi di luar yang telah disepakati sebelumnya, ia anggap wajar jika panitia keberatan.
“Kalau debat calon kades lebih baik ditiadakan saja, rawan perselisihan,” pungkasnya. @pih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas