Ilustrasi./stocktrek images/thinkstock.

Parlemen Taiwan Loloskan Pembelian 66 Jet Tempur dari AS, Cina Protes Keras

Visi.news – Parlemen Taiwan meloloskan anggaran khusus sebesar 250 miliar dolar Taiwan atau setara Rp115,3 miliar untuk membeli 66 jet tempur F-16V dari Amerika Serikat.
Taiwan News melaporkan sebagaimana dilansir CNN Indonesia bahwa parlemen meloloskan anggaran tersebut dalam pertemuan pada Selasa (29/10), setelah kubu berkuasa dan oposisi menyepakati pembelian jet itu 24 Oktober lalu.
Kesepakatan itu mencakup pembelian 66 jet tempur beserta peralatannya, juga teknis transfer komponen kunci F-16V dari AS, serta pembangunan pusat perakitan di Taiwan.
Dana keseluruhan pembelian tak boleh melebihi 250 miliar. Jika biaya pembelian dan perakitan pesawat tersebut melebihi batas karena perubahan nilai tukar, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran tahunan untuk menutupi tambahan biaya.
Kementerian Luar Negeri AS sendiri sudah meloloskan prospek penjualan jet tempur ke Taiwan ini pada Agustus lalu.
Keputusan ini memicu protes dari pemerintah Cina. Mereka bahkan mengancam bakal menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan AS yang terlibat penjualan pesawat tersebut.
“Cina akan mengambil seluruh tindakan apa pun untuk mengamankan kepentingan kami, termasuk dengan menjatuhkan sanksi atas perusahaan AS yang berpartisipasi menjual senjata ke Taiwan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang.
Geng menganggap penjualan senjata itu “merupakan intervensi serius dalam urusan internal Cina”. Ia juga menyebut rencana AS itu menyepelekan kedaulatan dan kepentingan keamanan Chna.
Cina sendiri menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya di bawah prinsip “Satu Cina.” Namun, Taiwan selalu menyerukan kemerdekaan penuh dari Cina.
Sementara itu, AS memang merupakan negara pemasok senjata utama bagi Taiwan. AS sebenarnya tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan.
Namun, di bawah Taiwan Relation Act yang diteken pada 1979 lalu, AS memiliki keterikatan hukum untuk membantu Taiwan mempertahankan diri, terutama dari sektor pertahanan dan keamanan. @fen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas