Rumah Surono di Dusun Juroju Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokmbo masih kosong paska penggalian musala di dapur rumah tersebut, Senin (4/11)./ist.

Rumah Tempat Mayat Dicor di Musala Kini Angker, Tak Ada Warga yang Berani Masuk

Visi.news – Rumah kosong milik Surono yang dibunuh lalu jenazahnya dicor dan dikubur di musala rumahnya di Dusun Juroju Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokmbo, Kabupaten Jember, kini kosong.

Para penghuni rumah itu, yaitu Bs istri Surono, Bh anak Surono, dan Jm suami Bs kini berada di kantor polisi mengamankan diri.
Praktis rumah tempat mayat pria dicor di lantai musala tersebut kini tidak berpenghuni.
Kondisi tersebut membuat rumah tersebut berkesan angker, apalagi di bagian belakangnya ada kejadian mayat dicor yang membuat warga setempat tak berani berlama-lama di tempat itu.
Kepala Dusun Juroju, Misli, mengatakan tak satu orang pun yang berani masuk ke rumah tersebut. Karena kosong warga sekitar berinisiatif menjaga bersama-sama rumah itu.
“Saya minta warga saya gantian, ya nengok atau nyenterin (menyoroti pakai lampu senter) kalau malam hari. Sama-sama menjaga karena rumah masih kosong. Meski semua pintu terkunci. Kami tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan, ada orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan,” kata Misli seperti dikutip Tribunjabar.id dari Surya.co.id.
Karena itulah, pihaknya berinisiatif bergotong royong menjaga rumah tersebut.

Pembunuhnya Masih Misteri

Teka-teki siapa sebenarnya pembunuh Surono yang mayatnya ditemukan di bawah musala rumah belum terpecahkan. Sudah tiga hari ini, polisi belum menetapkan tersangka pembunuhan terhadap Surono.
Istri dan anak Surono, sejak Senin (4/11) malam minta perlindungan kepada aparat kepolisian.
Dalam pemeriksaan, istri Surono, Busani memberikan keterangan berubah-ubah. Sebelumnya, dia menuding pria berinisial Jm sebagai pelaku. Sekarang, Busani menuding anaknya sendiri Bahar sebagai pembunuh suaminya itu.
Polisi masih terus mendalami kasus itu, antara lain memeriksa secara intensif sejumlah saksi, melakukan olah TKP lanjutan di rumah Surono.
Selain itu, penyidik juga minta bantuan psikiater untuk memeriksa kejiwaan Basuni. Polisi juga memeriksa sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, seperti linggis.
Dari informasi yang dihimpun, olah TKP lanjutan dilakukan pada Rabu (6/11) dini hari.
Polisi mendalami kembali tempat kejadian perkara, serta mencocokkan keterangan Basuni.
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, keterangan Basuni beberapa kali berubah atau tidak konsisten. Karenanya, pihaknya mendatangkan psikiater dari Polda Jatim untuk memeriksa kejiwaan Bs, sekaligus keterangan Bs.
“Istri korban ini beberapa kali membuat keterangan yang berubah-ubah, tidak konsisten. Karenanya, kami perlu melibatkan psikiater dari Polda Jatim,” ujar Alfian.
Seperti diberitakan, pihak Polsek Ledokombo mendapatkan laporan dugaan dikuburnya Surono di dalam rumahnya sendiri pada Minggu (3/11).
Polisi pun kemudian mendalami laporan itu, dengan mendatangi rumah itu dan menyelidiki tempat yang diduga sebagai lokasi penguburan Surono. Busani, istri Surono menunjukkan titik penguburan Surono. Tempatnya berada di bawah musala di dapur tersebut.
Kepada polisi, Basuni menuturkan bahwa yang membunuh Surono adalah anaknya sendiri Bahar.Dari informasi yang dihimpun, Bahar disebutkan memukul Surono memakai linggis dan ia melihat perbuatan anaknya. Tubuh Surono kemudian dipendam di tempat itu.
Satu bulan kemudian, tempat itu berubah menjadi dapur. Sedangkan titik penguburan Surono menjadi tempat salat alias musala kecil.
Sementara di sisi lain, Bahar bercerita bahwa Jm, pacar yang kemudian menjadi suami siri Busani yang membunuh ayahnya.
Cerita itu didapatkan Bahar dari penuturan ibunya.
Cerita Bahar ini dituturkan kepada Kasun Juroju Misli, yang kemudian diteruskan ke kepolisian.
Bahar kemudian melaporkan dugaan bahwa ayahnya telah meninggal dunia kepada pihak Polsek Ledokombo. Dari laporan itulah, kasus ini terbongkar.
Kini polisi masih menyelidiki misteri siapa yang membunuh Surono. Dugan  pembunuhan mengarah  kepada orang-orang dekat Surono. @fen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas