Ilustrasi/pixabay.

Terdapat 224 Kasus Perceraian Selama 10 Bulan di Kalangan PNS Kab. Bandung

Visi.news – Selama kurun waktu 10 bulan tercatat sebanyak 224 kasus perceraian di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Bandung. Di antaranya mereka adalah PNS Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung dan penggugatnya adalah guru perempuan.
Panitera PA (Pengadilan Agama) Kabupaten Bandung, Adam Iskandar menjelaskan, sebanyak 74 kasus perceraian PNS Kab. Bandung diajukan oleh suami, sedangkan 150 kasus lainnya diajukan oleh pihak istri. Mayoritas terjadi pada pasangan usia produktif.
“Rata-rata dilakukan oleh PNS perempuan,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Ia menyebut, rata-rata PNS yang bercerai itu datang dari berbagai dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.
“Dari dinas, kebanyakan dari Disdik Kabupaten Bandung, guru mendominasi,” katanya.
Menurut Adam, alasan paling banyak kasus perceraian PNS adalah faktor ekonomi.
“Faktor ekonomi dari sisi penghasilan PNS sudah jelas pendapatannya, tetapi PNS punya gaya hidup luar biasa sehingga banyak potongan,” tuturnya.
Selain itu, penyebab lainnya orang ketiga juga ketidakharmonisan keluarga yang antara lain karena pangkat dalam pekerjaan suami-istri apabila keduanya PNS.
“Suami pangkat lebih tinggi dan istrinya ada di bawah, atau sebaliknya, itu juga bisa jadi pemicu. Biasanya mereka juga egois, jadi keluarganya tak harmonis lagi,” ujar Adam.
Meski angka perceraian di kalangan PNS cukup tinggi, menurut Adam, kasusnya reltif lebih sedikit jika dibandingkan dengan kasus perceraian warga sipil. @pih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas