H Uus Firdaus Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung./visi.news/apih igun.

Dewan dan LSM Angkat Bicara Soal Banjir di Dayeuhkolot

Visi.news- Anggota dewan Kabupaten Bandung dan LSM akhirnya angkat bicara soal banjir di Dayeuhkolot, yaitu ketika baru-baru ini hujan turun beberapa menit saja, tetapi jalan di sekitaran Dayeuhkolot itu langsung diterjang banjir cileuncang.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, H Uus Firdaus, mengaku khawatir pembangunan infrastruktur yang belum optimal berdampak buruk bagi warga sekitar di saat musim penghujan.
“Misalnya, drainase. Banyak itu pembangunan drainase yang belum optimal,” kata Uus Firdaus saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (7/11).
Dia memberikan contoh di sejumlah lokasi rawan banjir, salah satunya jalanan Dayeuhkolot yang kena banjir saat hujan turun beberapa saat saja.
“Kenyataan ini harus jadi cermin bahwa pembangunan yang dilaksanakan harus sesuai dengan tata ruang dan kondisi wilayahnya,” ujar Uus.
Untuk itu, ia menyarankan agar menangani masalah ini dengan mencari akar permasalahannnya dulu.
“Jangan saling tuding antarinstansi. Dengan bersama-sama saling bahu setiap permasalahan akan bisa terselesaikan dengan baik,” katanya.
Ia berharap banyak pihak ikut mengawasi proses pembangunan infrastruktur agar optimal. “Selain wartawan sebagai media kontrol warga sekitar juga bisa ikut mengawasinya. Dari mereka itu ada informasi masuk kepada DPRD Kabupaten Bandung, baik secara langsung maupun secara tulisan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LSM Forum Peduli Kabupaten Bandung, Hidayat Bastaman menegaskan, pembangunan infrastruktur berhubungan langsung dengan laju perekonomian masyarakat. Jika infrastrukturnya jelek, maka perekonomian pun akan terimbas jeleknya. Karena itulah pembangunan infrastruktur juga dapat menimbulkan ekspansi ekonomi melalui efek multiplier.
“Kalau infrastrukturnya tidak dapat menyerap peningkatan kegiatan perputaran ekonomi warga, maka akan terjadi masalah. Terutama di dalam peningkatan kesejahteraan warga kabupaten Bandung ,” tegasnya.
Menurut Bastaman, banjir jelas bisa menghambat laju perekonomian masyarakat. Untuk itu, sebaiknya sebelum musim hujan tiba, infrasttuktur harus segera diperbaiki. Agar ketika musim hujan seperti sekarang ini, tidak ribet dengan banjir. Minimalnya kata dia, banjir bisa diminimalisasi.
“Saya yakin, masalah banjir sepertinya dijadikan sebagai sesuatu yang sudah biasa. Dan ini masalahnya. Tapi justru harus dicari pokok permasalahannya agar bisa terselesaikan, dan banjir tidak lagi terjadi. Masak hujan sebentar saja langsung banjir di Dayeuhkolot. Ini kan lucu,” katanya. @pih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas