Ki Dede Candra Nur Sunarya paling kiri membawakan kakawen sebelum pementasan rampak dalang di Padepokan Giri Harja dalam peringatan HWN tahun 2019, Kamis (7/11)./visi.news/apih igun

Peringatan HWN Ditutup Rampak Dalang

Visi.news- Peringatan Hari Wayang Nasional (HWN) resmi ditutup dengan pementasan rampak dalang Giri Harja di Padepokan Giri Harja, Kamis (7/11) tadi malam .
Dalam penutupan kegiatan HWN yang dimulai Kamis (4/11) itu rampak dalang dimainkan oleh keluarga besar Giri Harja keturunan dalang Abah Sunarya.
Dede Candra Nur Sunarya mengatakan, rampak dalang membawa lakon spesial.
“Lakon yang dibawakan yaitu babad Ramayana, “Rama Tambak’. Lakon ini tahun 2020 kami ada rencana melakukan kolaborasi dengan semua wayang Jawa. Semoga bisa terkabul karena dalam peringatan HWN ini kami yakin semua pecinta wayang khususnya wayang golek memperlihatkan jati diri bangsa. Karena bangsa yang besar tidak melupakan budayanya sendiri ,” terang cucu alamarhum H Ade Kosasih Sunarya ini .
Sebelum penutupan HWN, diadakan work shop wayang. Sebagai Pembina Peringatan Hari Wayang Nasional 2019, Dadan Sunandar Sunarya, dalam workshop itu menyatakan kegiatan untuk tahun ini lebih difokuskan kepada para siswa SD hingga SMA agar lebih mengenal wayang.
Dadan mengatakan keprihatinannya kini banyak anak yang kecanduan bermain gawai atau gadget ketimbang mengenal budayanya sendiri.
“Untuk peringatan Hari Wayang Nasional ini kita lebih banyak merangkul ke generasi muda. Seperti workshop wayang suket atau membuat wawayangan dari daun singkong. Dengan lebih menekankan pengkaderan atau regenerasi, untuk menanamkan kecintaan anak-anak terhadap produk kebudayaannya sendiri, apalagi sekarang kan banyak anak yang kecanduan bermain gadget,” terang Dadan kepada para wartawan di Padepokan Giri Harja, Kamis malam
Menurut Dadan yang berprofesi sebagai dalang ini, kondisi kekinian wayang golek secara umum bertambah baik dan makin berkembang. Dalang kreatif menciptakan performent terbaiknya dengan menamakan dirinya Pojok si Cepot, Cepot Ngeband, Cepot Jalan-jalan, dan banyak lagi.
“Bagus sekali. Sekarang banyak dalang yang bermunculan di Jawa Barat, baik dalang cilik maupun dalang orang dewasa. Sehingga jumlahnya kini lebih menyebar dan lebih merata di tiap daerah di Jawa Barat, bahkan fans-nya juga sangat luar biasa. Kalau dulu kan para penikmat hanya terkonsentrasi di Bandung waktu zamannya almarhum Abah Asep,” ungkap Dadan.@pih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas