Atap bangunan SDN Gentong Kota Pasuruan ambruk tewaskan dua orang./ist.

Polisi Usut Dugaan Korupsi Terkait Atap SDN Gentong Pasuruan Ambruk

Visi.news – Polisi telah mendapatkan sejumlah temuan hasil uji laboratorium forensik kasus atap SD Gentong 1 di Pasuruan, ambruk. Penyidik pun mengusut adanya dugaan tindak pidana korupsi di balik insiden yang menewaskan dua orang tersebut.
Dua orang tewas itu yakni seorang siswa dan guru. Belasan siswa lainnya turut mengalami luka-luka akibat ambruknya atap di SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (5/11) pagi.
“Baru diambil Polda satu kasus. Sudah indikasi tipikornya sudah ke sana, cuma belum penetapan tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (8/11).
Barung menyebut, pihaknya telah memeriksa 12 saksi terkait insiden ini. Empat saksi itu di antaranya adalah PNS Dinas Pendidikan Kota Pasuruan berinisial RT (43) yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK). Kemudian pria berinisial LS (38) sebagai Direktur CV Andalus.
Selanjutnya, pria berinisial SSM (40) selaku Direktur CV DHL Putra dan saksi berinisial MR, PNS RSUD Dr R Soedarsono yang bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen pada Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.
“Delapan saksi lain yang saat kejadian. Guru, siswa,” kata dia.
Namun menurut Barung, hasil uji laboratorium forensik belum dapat dibuka ke publik. Masih ada mekanisme yang harus dipenuhi penyidik.
“Sudah ada temuan tapi tidak bisa dikeluarkan dulu, masih konsumsi penyidikan. Nanti kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka baru kita keluarkan,” ujar dia.
Polisi akan mengumpulkan informasi dari keterangan saksi dan mencocokkan dengan hasil laboratorium forensik. Selain itu, Barung juga mengoreksi proyek renovasi sekolah tersebut pada 2012, semulanya disebutkan 2017.

Dugaan Kelalaian Dalam Pembangunan

Barung mengatakan, hasil uji laboratorium forensik ambruknya atap SD Gentong 1 di Pasuruan telah didapat. Salah satu temuannya adalah adanya dugaan kelalaian dalam konstruksi bangunan.
“Pasti (ada temuan kelalaian),” tutur Barung.
Sebelumnya, dalam peristiwa ambruknya atap SDN Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa, pukul 08.30 WIB telah mengakibatkan sebanyak dua orang meninggal dunia terdiri dari satu siswa dan guru serta belasan siswa lainnya mengalami luka-luka. Gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan terdiri dari empat kelas, yakni kelas 2 A dan B, serta kelas 5 A dan B. @fen/merdeka.com/liputan6.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas