Pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dalam Pilkada Serentak 2020 berlangsung di Sekretariat DPD Partai Goljar Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang-Banjaran, Soreang, Minggu petang (10/11)/bipol.co/deddy.

Hari Pertama, Empat Bakal Calon Bupati Bandung Mengambil Formulir di DPD Golkar

Visi.news – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya Kabupaten Bandung resmi membuka pendaftaran penjaringan bakal calon Bupati Bandung periode 2020-2025.
Pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 ini, berlangsung di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang-Banjaran, Soreang, Minggu petang (10/11).
Sedikitnya ada empat bakal calon yang telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon pada hari pertama pembukaan pendaftaran bakal calon yang dilakukan DPD Golkar Kabupaten Bandung. Pendaftaran atau pengambilan formulir ini dibuka selama tujuh hari, terhitung sejak dibukanya pendaftaran.
Keempat bakal calon bupati yang telah mengambil formulir, yaitu H. Ferry Sandiana (Ketua Kadin Kabupaten Bandung), H. Dadang Supriatna (anggota DPRD Provinsi Jawa Barat), H. Sugianto (Ketua DPRD Kabupaten Bandung), dan Yoga Saputra (pengusaha yang juga kader Golkar).
Ada sejumlah nama lain yang sudah berkomunikasi untuk mendaftar untuk menjadi bakal calon bupati, baik dari internal Partai Golkar atau dari luar. Antara lain H. Anang Susanto (Anggota DPR RI/mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung), H. Deding Ishak (mantan Anggota DPR RI yang timnya Hj. Nia Dadang Naser), serta  budayawan Dadang Sunandar.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, H. Dadang M. Naser, mengatakan yang mengambil formulir hari pertama  rata-rata dari internal partai.
“Namun ada juga dari profesional. Seperti Pak Ferry, itu sebetulnya non partisipan tapi dia secara pribadi aktif di Golkar,” kata Dadang,  usai rapat pleno di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung.
Keempat orang yang mengambil formulir, tutur Dadang, merupakan bakal calon bupati, bukan wakil bupati.
“Untuk wakil bupati, proses penjaringannya nanti. Masih ada waktu satu minggu untuk kader internal atau masyarakat yang ingin mengambil formulir sebagai bakal calon bupati,” katanya.
“Tidak lah, menjadi bupati itu berat,” kata Dadang.
Mengenai koalisi dengan partai lain, menurut Dadang, akan memercayakan kepada Ketua Tim Seleksi (Timsel), untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lain. Selain itu,  Kandidat yang akan maju  mempunyai tugas untuk bisa didukung oleh partai lain.
Ketua Tim Seleksi, H. Cecep Suhendar, mengatakan  ada beberapa tahapan dalam pendaftaran bakal calon bupati. Antara lain penjarigan balon bupati, yaitu pengambilan dan pengembalian formulir. Kemudian penyaringan ada tiga tahapan dengan pembobotan yang berbeda, terutama pelengkapan persyaratan khusus dan murni. Kedua, seleksi akademisi, uji visi-misi oleh akademisi. Ke tiga adalah survei.
“Ketiga ini kita  akumulasikan hasilnya dan akan  dikirim ke DPP melalui pengurus DPD Golkar Jabar untuk diberi rekomendasi dari DPP. Setelah ada rekomendasi, dideklarasikan dan membentuk tim dan akan mendaftarkan ke KPU pada 16-18 Juni 2020,” ujar Cecep Suhendar. @fen/bipol.co

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas