Bupati Bandung H. Dadang M. Naser berfoto selfie dengan para kades seusai pelantikan./humas pemkab bandung

Desa Ujung Tombak Kebijakan Negara

Bupati Dadang Naser: ‘Mari Sabilulungan Bangun Desa’

Visi.news – Kabupaten Bandung mencatat sejarah, sebanyak 199 kepala desa (kades) dilantik Bupati Bandung H. Dadang M. Naser di Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, Jum’at (29/11). Sejarah, karena para kepala desa terpilih biasanya dilantik di masing-masing kecamatan.

Adapun 199 kades ini merupakan kades terpilih dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2019 yang berlangsung beberapa waktu lalu. Terdiri dari 64 kades habis masa jabatan di 2018, 124 kades habis masa jabatan di 2019 dan 11 kades habis masa jabatannya pada 2020.

“Ini merupakan sejarah, 199 kades dipilih dalam Pilkades Serentak, maka dilantik pun dilakukan secara serentak,” ucap Bupati Dadang Naser di sela-sela acara.

Prosesi pelantikan para kades di Kabupaten Bandung dihadiri antara lain Anggota DPR RI yang juha mantan Ketua DPRD Kab. Bandung H. Anang Susanto, Ketua DPD Golkar Jabar H. Dedy Mulyadi, Anggota Komisi V DPRD Jabar H. Dadang Supriatna, dll./humas pemkab bandung

Bupati mengatakan, pelantikan tersebut merupakan sebuah awal pengabdian seorang kades. Terutama dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Bandung.

“Desa merupakan front terdepan ketatanegaraan pemerintah daerah, juga sebagai ujung tombak kebijakan-kebijakan negara. Dan dalam rangka percepatan pembangunan, seorang kades harus mampu meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) masyarakatnya,” imbuh bupati.

Saat ini di Kabupaten Bandung, lanjut Dadang Naser, dari jumlah total 270 desa, 26 di antaranya masuk kategori desa mandiri. Ia pun mengimbau para kades, untuk meningkatkan akurasi penggunaan dana desa.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser saat melakukan prosesi pelantikan kades terpilih pada Pilkades Serentak 2019 di Gedong Sabilulungan./humas pemkab bandung

“Saya harap para kades, terutama yang baru dilantik, untuk mengevaluasi ulang penggunaan DD (Dana Desa) maupun ADPD (Alokasi Dana Perimbangan Desa). Bertambah besarnya anggaran, harus dipergunakan semaksimalnya demi kesejahteraan masyarakat. Tingkatkan kualitas pembangunan di desa, temukan inovasi dan munculkan ide-ide kreatif. Dorong desa berkembang menjadi desa maju, dan desa maju menjadi desa mandiri, serta miliki daya saing,” lanjut Dadang Naser.

Pilkades serentak tahun 2019, tambahnya, dapat dipastikan telah sesuai aturan perundang-undangan dalam setiap tahapannya. Meskipun dalam penyelenggaraannya masih terdapat kekurangan, yang harus diperbaiki di masa-masa mendatang.

Para kades terpilih pada Pilkades Serentak 2019 saat mengikuti prosesi pelantikan di Gedong Sabilulungan Soreang./humas pemkab bandung

Kesuksesan penyelenggaraannya, tidak lepas dari jerih payah dan kerja keras berbagai pihak, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD).

“Terima kasih kepada TNI/Polri yang senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan pilkades hingga pelantikan hari ini. Tidak lupa saya haturkan terimakasih, kepada BPD dan P2KD di tiap desa. Dengan sinergitas dan kerja kerasnya, Pilkades 2019 terselenggara dengan lancar, aman dan sukses tanpa ekses. Kepada para kades terpilih, segera rangkul pihak yang berseberangan melalui pendekatan persuasif dan kesantunan untuk Sabilulungan membangun desa. Selamat bekerja,” pungkas Dadang Naser.(mpa/advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *