ilustrasi/net

Modalku Raih Debt Funding dari Triodos Investment Management

  • Pendanaan ini akan meningkatkan upaya Modalku dalam mendukung inklusi keuangan di Asia Tenggara khususnya pada usaha-usaha mikro

Visi.news – Modalku sebagai platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia berhasil meraih pendanaan baru berupa debt funding dengan jumlah yang tidak disebutkan dari Triodos Microfinance Fund dan Triodos Fair Share Fund, perusahaan pendanaan yang fokus pada inklusi keuangan dan merupakan bagian dari Triodos Investment Management. Pendanaan ini akan mendukung Modalku dalam meningkatkan inklusi keuangan serta memperluas jangkauan akses pendanaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sejak didirikan pada 2016, Modalku telah menghubungkan UMKM yang belum mendapatkan akses ke
pendanaan dengan pemberi pinjaman individu dan institusi melalui platform digital. Melalui kegiatan
ini, UMKM bisa mendapatkan modal usaha untuk mengembangkan bisnisnya tanpa memerlukan
agunan. Sebagai informasi, Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia di bawah nama
Funding Societies dan telah menyalurkan modal usaha sebesar Rp 10 triliun kepada lebih dari 1 juta
pinjaman UMKM di Asia Tenggara.

Di tahun 2019, Modalku mulai fokus pada pembiayaan sektor mikro. Hal ini ditunjukkan dengan
peluncuran produk yang dirancang khusus untuk kebutuhan segmen tersebut. Penetrasi kepada
pedagang pasar juga dilakukan karena mereka juga bagian dari usaha mikro. Modalku juga
berkolaborasi dengan beberapa platform e-commerce di Indonesia untuk menyediakan solusi
pendanaan bagi merchant online yang banyak masuk ke segmen mikro dan tersebar di seluruh
Indonesia.

Reynold Wijaya, Co-Founder & CEO Modalku dalam keterangannya kepada visi.news, Rabu (4/12) mengatakan, “Pendanaan dari Triodos Investment Management menjadi suatu pencapaian baru bagi Modalku. Kami sangat bangga bisa dipercaya untuk terus berinovasi dan menyediakan kebutuhan UMKM. Ke depannya, Modalku ingin menjangkau lebih banyak UMKM karena jumlah UMKM di Indonesia masih sangat besar, sekitar 63 juta UMKM. Namun, menurut data dari PwC 2019, 74% dari UMKM tersebut tidak mendapatkan akses pendanaan. Modalku percaya bahwa perluasan akses pendanaan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.”

“Moto kami adalah ‘Bersama Memajukan Ekonomi Indonesia’. Perkembangan UMKM akan turut
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu, Modalku juga bisa menjadi alternatif
investasi yang terjangkau bagi pemberi pinjaman individu dengan tingkat pengembalian yang atraktif.
Kegiatan ini sesuai dengan nilai gotong royong yang menjadi pedoman bisnis Modalku, dimana seluruh
pihak bekerjasama untuk mencapai satu tujuan yang sama,” tambah Reynold.

Modalku merupakan portofolio investasi tambahan yang terbaru untuk Triodos Investment
Management. Selama 25 tahun, Triodos Investment Management telah menyediakan pendanaan
kepada lembaga keuangan di seluruh dunia yang fokus untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke layanan keuangan. Dengan portofolio investasi sebesar EUR 900 juta, Triodos
Investment Management menjadi salah satu investor terdepan dalam mendukung inklusi keuangan.

Sagar Thakar, Senior Investment Officer Triodos Investment Management mengatakan, “Dalam
mendukung inklusi keuangan di negara berkembang, kami percaya bahwa teknologi mampu
menjangkau, memberikan edukasi, dan melayani lebih banyak masyarakat. Modalku menjadi solusi
bagi UMKM Indonesia dalam mendapatkan akses pendanaan melalui ratusan ribu pemberi pinjaman.”

“Triodos Investment Management memiliki visi untuk selalu fokus dalam memberikan manfaat yang
berkelanjutan. Dalam mewujudkan hal tersebut, kami hanya menyalurkan pendanaan kepada
perusahaan yang memiliki visi serupa dan kami melihat hal tersebut di Modalku. Modalku
menghubungkan pemberi pinjaman dan pengusaha dengan harapan bisa memberikan dampak positif
bagi lingkungan mereka,” tambah Sagar Thakar.

Sebelumnya, Modalku telah meraih pendanaan Seri B senilai USD 25 juta yang didukung oleh SoftBank
Ventures Korea, Sequoia India, Alpha JWC Ventures, dan Golden Gate Ventures.@mpa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *