Kepala Puskesmas Cinunuk, dr. Elfi./visi.news/yayan sofyan

Kepala Puskesmas Cinunuk, “Atasi Hipertensi dengan GEMAS dan CERDIK”

Visi.news – Kepala Puskesmas Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupatèn Bandung, dr. Elfi mengatakan, penyebab kematian tertinggi di Indonesia yakni stroke, penyakit jantung, dan pembuluh darah. Predisposisi dari penyakit tersebut penyebab utamanya penyakit darah tinggi atau hipertensi. “Mengatasi hipertensi caranya dengan GEMAS dan CERDIK,” kata Elfi saat kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupatèn Bandung, Jawa Barat, di Aula Puskesamas Cinunuk, Selasa (17/12).
Kegiatan MMD bidang kesehatan tersebut dihadiri sejumlah petugas medis Puskesmas Cinunuk, para kader posyandu, sejumlah ketua RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cinunuk, Ine Hendiawati. Kegiatan MMD dibuka oleh Syamsul, aparat Desa Cinunuk mewakili Kades Cinunuk, H. Sesep Ruhiat.

Para sererta MMD di Aula Puskesmas Cinunuk mendengarkan arah sejumlah petugas medis Puskesmas Cinunuk, Selasa (27/12)./visi.news/yayan sofyan.

Menurut Elfi, atasi hipertensi dengan cara GEMAS artinya, gerakan masyarakat hidup sehat. Sedangkan arti CERDIK kata Elfi, cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap roko, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
“Kita mengajak kepada para kader posyandu, para ketua RW, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Cinunuk, termasuk masyarakat Desa Cinunuk mari budayakan GEMAS dan CERDIK agar terhindar dari hipertensi. Kegiatan MMD ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarat Desa Cinunuk dengan cara mengevaluasi dan menghimpun keluhan masyarakat,” katanya.
Dari hasil evaluasi dan masukan masyarakat kata Elfi, dari 29 RW di Desa Cinunuk tingkat partisipasi dalam gerakan GEMAS dan CERDIK bervariasi.
“Tingkat partisipasi masyarakat ada tinggi, sedang, dan rendah baik mengelola lingkungan, sanitasi, jamban, dan lainnya. Yang jadi PR kita semua di Desa Cinunuk adalah pengelolaan sampah meski ada beberapa RW pengelolaan sampahnya sudah bagus. Selain sudah ada yang ditarik petugas UPTD sampah, juga ada RW mengelolanya sampah dengan sistem bank sampah,” katanya.
Elfi pun berharap ke depan sampah tak jadi persoalan di Desa Cinunuk. Pasalnya sampah yang tak dikelola dengan baik, selain lingkunngan kotor, jadi sumber penyakit.
“Jika sampah dikelola dengan baik, insyaallah tak menimbulkan musibah, malahan akan jadi berkah,” pungkasnya. @yan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas