ilustrasi/net

Kabid SMP Disdik Kab. Bandung Kena OTT Saber Pungli Jabar?

Visi.news – Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Bandung HMS bersama lima orang lainnya diduga kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Jawa Barat dalam dugaan kasus pungli Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan barang bukti uang dalam plastik keresek hitam sebesar Rp. 52.500.000,-.

Keterangan yang dihimpun visi.news, Sabtu (4/1) mengungkapkan, OTT dugaan pungli oknum Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kab. Bandung terhadap para Kepala Sekolah SMP di Kab. Bandung yang menerima dana alokasi khusus tersebut didasarkan atas laporan nomor : LI / 01/ I / 2020 / Satgas Saber Pungli, tgl 3 Januari 2020 Perihal dugaan Pungli oleh Oknum ASN Dinas Pendidikan Kab. Bandung terhadap para Kepala Sekolah SMP di Kab. Bandung yang menerima dana Alokasi khusus.

Berbekal Surat Perintah Tugas nomor : Sprin/01/I/2020/ Satgas Saber, tgl 3 Januari 2020, Tim Saber Pungli Jawa Barat melakukan operasi di SMPN 1 Pameungpeuk Kab. Bandung pada Jumat tgl 3 Januari sekira pukul 10.00 WIB.

“Di SMPN Pameungpeuk Kab. Bandung tim tindak 1 Satgas Saber Pungli Prov. Jabar, melakukan OTT terhadap Kabid SMP Disdik Kab.Bandung atas adanya pungutan terhadap 7 Kepsek SMP di Kab.Bandung. Setiap kepala sekolah dipungut uang sebesar tujuh juta lima ratus ribu rupiah
dan selanjutnya ditemukannya uang sebesar lima puluh dua juta lima ratus ribu rupiah dalam plastik berwarna hitam yang bercampur dengan makanan snack,” jelas laporan tersebut.

Selanjutnya Tim Saber Pungli Jabar telah mengamankan 6 orang saksi yaitu Kabid SMP Disdik Kab. Bandung HMS, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Bina Taruna, Kepsek SMPN 2 Cileunyi AH, Kepsek SMPN 3 Rancaekek LS, Kepsek SMPN 1 Pameungpeuk TBR dan supir HMS, Dik.

Selanjutnya, berdasarkan laporan yang dibuat Kepala Tim Tindak I Kompol Suwarna, S.H., tim membawa para Saksi ke Posko Satgas Saber Pungli Prov. Jabar untuk dilakukan interograsi. “Pada pukul 16.55 WIB telah dlakukan gelar perkara dengan pokja yustisi untuk menentukan langkah tindak lanjut penanganan perkara tersebut,” jelasnya.

Selain uang Rp. 52.500.000,- barang yang diamankan dan disita dari dalam mobil HMS juga 7 buah Handphone milik para saksi dan pelaku.

Bahwa atas dugaan adanya Pungutan telah dilakulan Gelar Perkara dengan Tim Pokja Yustisi dengan hasil rekomendasi penanganan perkara tersebut telah dilimpahkan ke Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jabar yang diterima oleh Kompol Agah Sanjaya, S.H., M.H., kanit 3 Subdit Dit Reskrimsus Polda Jabar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung H. Juhana maupun Sekretaris Disdik H. Adang Sudjana saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp belum memberikan tanggapan atas dugaan kasus tersebut.@asa

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas