Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung H. Juhana./visi.news/dok

Juhana Mohon Maaf atas Hasil OTT Saber Pungli di Disdik Kab. Bandung

Visi.news – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung H. Juhana mengaku prihatin atas kasus yang menimpa anak buahnya Kabid SMP HMS yang tertangkap tangan Tim OTT Saber Pungli Jawa Barat. HMS terbukti melakukan pungli dana alokasi khusus (DAK) dengan barang bukti uang sebesar Rp. 52.500.000,-

“Sangat prihatin … kita hormati proses hukum, mohon maaf yg sebesar-besarnya atas kejadian ini,” ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp kepada visi.news, Sabtu (4/1/2020) malam.

Namun ia menjelaskan bahwa praktek tersebut tidak ada di sekolah lainnya yang menerima bantuan DAK 2019 melainkan hanya sekolah yang terkena OTT Saber Pungli Jabar saja.”Tidak setiap sekolah diminta,” ungkapnya.

Meski demikian, Juhana menjelaskan, kejadian tersebut akan ditindaklanjuti dengan terus meningkatkan sosialisasi dan pembinaan terhadap seluruh jajaran di lingkungan Disdik Kabupaten Bandung, mengingat penerima DAK Tahun 2019 ada lebih dari 170 sekolah.

Sebenarnya, kata Juhana, secara rutin dan berkala pihaknya sudah melakukan sosialisasi atau penguatan/pembinaan terkait pencegahan pungli baik diinternal kantor Disdik maupun di satuan pendidikan. “Rencana kita tingkatkan frekuensi sosislisasi, penguatan/pembinaan dengan mengundang Tim Saber Pungli sebagai nara sumbernya,” jelasnya.

Bahkan, katanya, sudah terbit Perbup Pendidilan Anti Korupsi untuk satuan pendidikan yang drafnya dibahas bersama Tim Pengembang Kurikulum
dengan perwakilan kepala sekolah dan staf disdik.

Diapresiasi

Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK RI) Kab. Bandung Imam Supardi, M.M., mengapresiasi kinerja Saber Pungli Jawa Barat dan sangat menyayangkan atas kejadian yang menimpa institusi yang seharusnya mengedepankan nilai-nilai kejujuran itu.

“Pertama saya sangat mengapresiasi kinerja Tim Saber Pungli Jawa Barat yang telah berhasil membuktikan adanya pungli di lingkungan Disdik Kab. Bandung ini. Ini luar biasa ditengah-tengah kurangnya kiprah dari Tim Saber Pungli Kab. Bandung sendiri yang didanai APBD Kab. Bandung,” ungkapnya kepada visi.news, Minggu (4/1/2020) pagi.

Katanya, kasus ini diharapkan bisa menjadi entry point atas dugaan maraknya praktek pungli dan korupsi di Kab. Bandung. “OTT Saber Pungli Jabar ini penting untuk menunjukkan bahwa ASN Kab. Bandung kerjanya benar-benar diawasi. Semoga APH-nya juga tidak tumpul dalam memproses kasus tersebut,” ujar Imam.

Imam juga menyayangkan institusi yang terkena OTT Saber Pungli ini seharusnya menjadi institusi yang paling depan mengajarkan kejujuran.

“Sangat disayangkan pungli ini terjadi di dinas pendidikan yang seharusnya mengedepankan kejujuran dan mendidik anak-anak jujur, dan tidak koruptif,” ungkap Imam.

Imam berharap, Ditreskrimsus Polda Jabar yang akan menindaklanjuti hasil OTT Saber Pungli tersebut bisa bekerja profesional dan independen.”Tentunya masyarakat berharap kasus ini ditangani dengan baik oleh Polda Jabar sesuai dengan aturan hukum yang ada,” pungkasnya.@mpa

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas