Reynhard Sinaga./afp/ho/greater manchester police.

Reynhard Sinaga Dikenal Sebagai Sosok Flamboyan dan Dicurigai Sebagai PSK Gay

Visi.news – Reynhard Sinaga (36), mahasiswa asal Indonesia tersangkut kasus hukum di Inggris. Pengadilan Manchester menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup karena terbukti memperkosa 48 pria.
Reynhard merupakan lulusan Universitas Indonesia dan melanjutkan kuliahnya di Inggris. Saat melakukan aksinya, Reynhard disebut memberikan minuman kepada korbannya. Minuman ini telah dibubuhi sejenis obat bius yang membuat korban tidak sadarkan diri bahkan saat pelaku melakukan aksinya. Selama menjalankan aksinya selama 2,5 tahun, sejak awal 2015, diduga korban jumlah pria yang diperkosa Reynhard sebanyak 198 orang.
Renyhard diketahui tinggal di Montana House dan dia kerap beraksi di klub-klub malam sekitar tempat tinggalnya untuk mencari korban sasarannya.
Ketika berita penangkapannya menyebar di Kampung Gay Manchester, banyak orang yang ragu kebenaran berita tersebut. Pasalnya dia dikenal sebagai pria kecil yang selalu ceria.
Orang yang mengenalnya sering melihatnya menari dan cekikikan karena itu mereka heran dia bisa melakukan tindakan kejahatan pemerkosaan. Demikian dikutip dari The Guardian, Selasa (7/1), seperti dilansir merdeka.com.
Reynhard juga dikenal memiliki banyak teman, namun hanya beberapa orang yang dekat dengannya.
“Dia sangat flamboyan, rambutnya warna terang dan songong,” ujar salah seorang kawannya yang kerap berkumpul bersama Reynhard sejak 2013.
“Dia selalu di luar, pergi liburan. Kami heran di mana dia dapat duit karena dia sepertinya tak punya pekerjaan,” lanjutnya.
Banyak juga yang mengira dia seorang pekerja seks komersial, atau selingkuh dengan pria yang membiayai hidupnya.
Salah satu teman perempuannya mengatakan Reynhard memiliki banyak pacar sesama jenis. Salah satu pacarnya ada yang bekerja di hotel dekat apartemennya. Salah satu pacarnya pernah meninggalkannya.
“Dia meninggalkan Rey dan Rey mengancamnya untuk minum cairan pemutih (baju). Dia punya kelakuan yang ekstrem dalam merespons penolakan,” kata dia.
Reynhard juga aktif saling kirim pesan dengan teman gaynya lewat aplikasi Grindr dan Hornet, dan sangat aktif di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Unggahan Facebook terakhirnya adalah sehari sebelum penangkapannya. Ketika dia tak lagi aktif di media sosial, beberapa temannya bertanya-tanya ke mana dia menghilang.
Polisi menemukan banyak video rekaman saat Reynhard memperkosa korbannya. Video tersebut tersimpan dalam ponselnya.
Pada akhirnya, rekaman itulah yang menjadi kunci pengusutan kasusnya.
“Sangat ironis kalau bukan karena video yang Anda rekam atas tindakan jahat Anda, tampaknya sebagian besar pelanggaran ini tidak akan ditemukan, apalagi dituntut,” kata Hakim Suzanne Goddard QC yang mengadili kasus tersebut. @fen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas