Tersangka kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Zuraida Hanum (tengah) yang juga istri korban dihadirkan polisi ketika gelar kasus di Mapolda Sumatra Utara, Medan, Sumatra Utara, Rabu (8/1)./tribun medan/riski cahyadi.

Putri Hakim PN Medan Minta Ibu Tirinya Tak Dihukum Mati, Ini Alasannya

Visi.news – Tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan, Zuraida Hanum, JB, dan R terancam hukuman mati.
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjelaskan, ketiga terdakwa dijerat dengan pasal 340 KUHP Pidana Pembunuhan berencana.
“Ketiga tersangka disangkakan dengan pasal 340 dengan pembunuhan berencana,” tuturnya di Mapolda Sumut, Jalan SM Raja, Medan, Rabu (8/1).
Saat ditanya mengenai ancaman hukuman, mantan Kapolda Papua itu menyebutkan bahwa ketiganya dapat dijerat hukuman mati.
“Ancaman hukum untuk pembunuhan berencana hukuman mati,” tegasnya.
Martuani juga menyebutkan bahwa kasus ini masih akan didalami untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan.
“Hari ini ketiga tersangka ini akan kami lakukan penahanan dan untuk saksi yang sudah diperiksa oleh tim untuk kurang lebih 50 ditambah alat bukti fisikal maupun forensik, penyidik yakin bahwa merekalah pelakunya. Pelaku utama adalah istri dari korban, istrinya yang merekrut pelaku pembunuhan suaminya,” tegasnya.
Sementara itu Kenny Akbari, putri Hakim PN Medan memaparkan harapannya agar sang ibu tiri, Zuraida Hanum, tak dihukum mati.
Bukan tanpa sebab, Kenny Akbari punya alasan tersendiri menginginkan ibunda tak dihukum mati.
“Aku milihnya penjara seumur hidup daripada hukuman mati. Kalau hukuman mati, sebentar saja sakitnya,” imbuh Kenny Akbari.
Berbeda dengan hukaman mati, Kenny Akbari menilai penjara seumur hidup lebih pantas untuk Zuraida Hanum.
“Kalau penjara seumur hidup kan dia bisa rasain gimana susahnya hidup di penjara kek gitu kan. Udah dikasih hidup enak, tapi balasannya ini,” ujar Kenny Akbari.
Kenny Akbari menegaskan, hukum harus tetap berjalan meski Zuraida Hanum merupakan ibu tirinya.
“Walaupun dia itu ibu tiri, tapi tetap aja dia otak pembunuhannya. Memang bukan dia yang bunuh, tapi dia otak di balik ini semua kan,” imbuh Kenny Akbari.
Kematian ayah tercinta membuat Kenny bersama keluarganya terpukul dan masih dirundung kesedihan mendalam. Apalagi, yang menjadi otak pembunuhan PN Jamaluddin adalah istrinya sendiri, ibu tiri Kenny.
“Ya pasti, terpukul sih. Orang yang dianggap dekat, maksudnya istri Abuku, kok tega-teganya gitu bunuh Abuku?” ungkap Kenny Akbari.
Zuraida Hanum, otak utama sekaligus tersangka kasus pembunuhan suaminya, Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri Medan. Ia dihadirkan oleh polisi dalam gelar kasus perkara di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Rabu (8/1).
Kenny juga menyesalkan perbuatan bundanya yang tega melakukan kekejian terhadap PN Jamaluddin. Sebab, semasa hidupnya, Jamaluddin memberi pengaruh besar terhadap istrinya.
“Apa sih yang nggak dikasih Abuku sama dia? Maaf ya. Aku tahu kayak gimana latar belakang bundaku dan setelah menikah dengan Abuku kayak gimana,” tegas Kenny Akbari.
Kenny menyangka ibu tirinya adalah orang baik, padahal ibunya sendiri yang membunuh ayahnya.
Kenny Akbari baru sadar bahwa ada motif terselubung kehadiran ibu tirinya di tengah keluarga PN Jamaludin.
“Yang dianggap baik-baik aja, ternyata ada motif terselubung,” ucap Kenny Akbari.
Berkaitan dengan dua orang pembunuh bayaran tersebut, Kenny pernah mendengar salah satu nama, yakni Jeffry.
“Soal yang dua itu (pembunuh PN Jamaludin), aku nggak kenal. Tapi, yang namanya Jeffry, aku pernah dengar. Tapi enggak tahu yang mana orangnya. Cuma dengar sekilas gitu aja di rumah,” imbuh Kenny Akbari. @fen/tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas