ilustrasi./visi.news/dok

Pengembangan OTT Pungli di Disdik Kab. Bandung, AKBP Rusman, “Besok Sekdis Diperiksa”

Visi.news – Sekretaris 2 Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Jawa Barat AKBP Dr. A. Rusman, S.H., M.H. mengungkapkan pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung HMSmasih terus dalam pengembangan.

“Besok para kepala sekolah dan sekdis diperiksa,” ungkapnya dalam pesan singkat yang dikirim via Whatsapp kepada visi.news, Kamis (16/1/2020) malam.

Baca juga

Kasus OTT Saber Pungli di Kab. Bandung, Ketua GNPK RI, “Kabid Bisa Pasang Badan Atau ‘Betus’”
Juhana Mohon Maaf atas Hasil OTT Saber Pungli di Disdik Kab. Bandung
OTT Saber Pungli Jabar Terhadap Oknum Disdik Kab. Bandung, AKBP Rusman, “Uang Mulang Tarima”
Kabid SMP Disdik Kab. Bandung Kena OTT Saber Pungli Jabar?

Lebih lanjut diungkapkan AKBP Rusman, para kepala sekolah yang akan dipanggil besok itu khusus yang menyerahkan uang Rp 7,5 juta kepada Kabid SMP HMS. “Mereka kepsek yang pernah menyerahkan uang sebesar 7, 5 juta saat OTT,” imbuhnya.

Seperti diungkapkan sebelumnya, AKBP Rusman juga mengemukakan bahwa dari hasil pemeriksaan besok kemungkinan mengarah ke atasannya bisa saja. “Masih dikembangkan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung H. Adang Sudjana saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp mengenai rencana pemeriksaan tersebut, belum memberikan jawaban.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Jawa Barat terhadap terduga Kabid SMP Disdik Kab. Bandung dan beberapa kepala sekolah berkaitan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Dari hasil gelar perkara yang kita lakukan kemarin sore alasan mereka menyerahkan uang tersebut karena mulang tarima. Tadinya ada delapan orang yang kena OTT hanya ada alasan karena tidak membawa uang kemarin itu, tidak kita tangkap,” ungkap Sekretaris 2 Tim Saber Pungli Jabar AKBP Dr. A. Rusman, S.H., M.H., Sabtu (4/1/2020) malam.

Diungkapkannya, terungkapnya kasus tersebut karena adanya laporan dari masyarakat akan adanya praktek dugaan pungli di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. “Dari laporan tersebut, sesuai dengan waktu dan tempat terjadinya praktek pungli kami menurunkan tim khusus atas dugaan kasus tersebut dan ternyata benar adanya,” ungkap Rusman.

Selanjutnya, kata Rusman lebih lanjut, sore harinya langsung dilakukan gelar perkara dengan menghadirkan para oknum ASN Disdik Kab. Bandung tersebut dan barang bukti berupa uang di dalam kantong plastik hitam. “Setelah gelar perkara, baik orang-orangnya maupun barang buktinya semuanya kita serahkan ke Ditreskrimsus Polda Jabar untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan visi.news, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Bandung HMS bersama lima orang lainnya diduga kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Jawa Barat dalam dugaan kasus pungli Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan barang bukti uang dalam plastik keresek hitam sebesar Rp. 52.500.000,-.

Keterangan yang dihimpun visi.news, Sabtu (4/1) mengungkapkan, OTT dugaan pungli oknum Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kab. Bandung terhadap para Kepala Sekolah SMP di Kab. Bandung yang menerima dana alokasi khusus tersebut didasarkan atas laporan nomor : LI / 01/ I / 2020 / Satgas Saber Pungli, tgl 3 Januari 2020 Perihal dugaan Pungli oleh Oknum ASN Dinas Pendidikan Kab. Bandung terhadap para Kepala Sekolah SMP di Kab. Bandung yang menerima dana Alokasi khusus.

Berbekal Surat Perintah Tugas nomor : Sprin/01/I/2020/ Satgas Saber, tgl 3 Januari 2020, Tim Saber Pungli Jawa Barat melakukan operasi di SMPN 1 Pameungpeuk Kab. Bandung pada Jumat tgl 3 Januari sekira pukul 10.00 WIB.

“Di SMPN Pameungpeuk Kab. Bandung tim tindak 1 Satgas Saber Pungli Prov. Jabar, melakukan OTT terhadap Kabid SMP Disdik Kab.Bandung atas adanya pungutan terhadap 7 Kepsek SMP di Kab.Bandung. Setiap kepala sekolah dipungut uang sebesar tujuh juta lima ratus ribu rupiah
dan selanjutnya ditemukannya uang sebesar lima puluh dua juta lima ratus ribu rupiah dalam plastik berwarna hitam yang bercampur dengan makanan snack,” jelas laporan tersebut.

Selanjutnya Tim Saber Pungli Jabar telah mengamankan 6 orang saksi yaitu Kabid SMP Disdik Kab. Bandung HMS, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Bina Taruna, Kepsek SMPN 2 Cileunyi AH, Kepsek SMPN 3 Rancaekek LS, Kepsek SMPN 1 Pameungpeuk TBR dan supir HMS, Dik.

Selanjutnya, berdasarkan laporan yang dibuat Kepala Tim Tindak I Kompol Suwarna, S.H., tim membawa para Saksi ke Posko Satgas Saber Pungli Prov. Jabar untuk dilakukan interograsi. “Pada pukul 16.55 WIB telah dlakukan gelar perkara dengan pokja yustisi untuk menentukan langkah tindak lanjut penanganan perkara tersebut,” jelasnya.

Selain uang Rp. 52.500.000,- barang yang diamankan dan disita dari dalam mobil HMS juga 7 buah Handphone milik para saksi dan pelaku.

Bahwa atas dugaan adanya Pungutan telah dilakulan Gelar Perkara dengan Tim Pokja Yustisi dengan hasil rekomendasi penanganan perkara tersebut telah dilimpahkan ke Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jabar yang diterima oleh Kompol Agah Sanjaya, S.H., M.H., kanit 3 Subdit Dit Reskrimsus Polda Jabar.@asa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas