Ketua RW-15 Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung Kang Seha sedang menunjukkan salah satu masalah sampah di Kelurahan Jelekong./visi.news/mp alam

Tangani Ragam Masalah di Jelekong, Para Pengurus RW akan Adakan “Siling”

Visi.news – Untuk menjaga harmonisasi di lingkungan Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung akan diselenggarakan “Siling” (Silaturrahmi Keliling) ke RW-RW setiap satu bulan sekali, keliling ke seluruh wilayah kelurahan pada malam Minggu.

Kegiatan ini kata Ketua RW “Si Bungsu” RW-15 Sehabudin kepada visi.news, Kamis (16/1/2020), akan dimulai pada Sabtu (18/1/2020) malam di RW-11, Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA) sekaligus persmian kantor RW yang baru selesai di rehab.

“Kegiatan ini untuk lebih mendekatkan dan mempererat persaudaraan antara pengurus se kelurahan Jelekong untuk mensosialisasikan program-program di Kelurahan Jelekong,” kata pria yang akrab dipanggil Kang Seha ini.

Kerja bakti Karang Taruna dibantu pengurus RT-RW dan staf RW-15 membersihkan kali yang daerahnya sepanjang 600 meter./visi.news/mp alam

Dari RW-11 nanti, kata Kang Seha, akan dibahas berbagai program tahun 2020 ini serta jadwal kunjungan ke RW-RW berikutnya. “Kami harapkan dengan saling mengenal antar pengurus RW se Kelurahan Jelekong, berbagai permasalahan yang dianggap berat di kelurahan ini akan menjadi ringan, dengan cara bergotong royong,” tandas aktifis gowes ini.

Dengan silaturrahmi yang kuat, katanya lebih lanjut, potensi pemuda dan masyarakat di Kelurahan Jelekong bisa dioptimalkan. “Saya ambil contoh misalnya Karang Taruna, kan di daerah-daerah lain sedang ramai, apabila tiap RW mengirimkan dua pemuda saja, maka akan terkumpul 30 orang pemuda untuk menjadi Karang Taruna andalan di Kelurah Jelekog. Banyak hal yang bisa dilakukan,” tandasnya.

Belum lagi program yang lainnya, seperti penanganan sampah, masalah kerohanian, penghijauan, bidang olah raga, dll. “Kita mulai dari bab beberesih jiwa dan lingkungan melalui dakwah-dakwah remaja, seni budaya Jelekong, pengelolaan Kampung wisata Jelekong, dan potensi lainnya,” ungkap Entang.

Ia menyebutkan, Jelekong ini sudah masuk dan legal sebagai Desa Wisata, dimana pengeloaannya harus benar-benar disiapkan dengan baik, melalui optimalisasi seluruh potensi masyarakat yang ada di sini.@mpa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas