Antara foto/raisan al farisi/nz

Duet Basuki-Emil Selamatkan Dayeuhkolot

Visi.news – Musim hujan tahun ini, nama Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang nyaris tidak terdengar. Banjir yang biasa mengepung ketiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu kini hanya mampir sebentar dan surut segera.
Terowongan Nanjung yang dibangun di Curug Jompong, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, membuat kejadian tahunan di lokasi itu tidak terulang lagi.
“Terowongan Nanjung terbukti telah memberi manfaat mengurangi genangan air saat puncak hujan di Jawa Barat pada 17 Desember lalu. Ketika pintu air dibuka, Sungai Citarum pun bisa kering,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Rabu (15/1).
Banjir di lokasi itu terjadi saat debit air Citarum yang besar tertahan batuan besar di Curug Jompong yang menyebabkan backwater dan banjir. Terowongan Nanjung dibangun sehingga aliran air dari hulu Sungai Citarum pun bisa lancar.
Namun, terowongan itu bukan satu-satunya solusi. Kementerian PUPera bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat juga membangun pengendali banjir di Bandung Selatan lainnya, yakni Embung Gedebage, Kolam Retensi Cieunteung, dan Floodway Cisangkuy.
“Floodway Cisangkuy ini sodetan dari Sungai Cisangkuy ke Sungai Citarum di hilir Dayeuhkolot yang langganan banjir. Oktober nanti selesai,” ujar Basuki.
Bersama Gubernur Ridwan Kamil, dia menargetkan pembenahan hulu Citarum tuntas tahun ini.
“Setelah itu mulai ke daerah hilir, seperti Karawang dan Muaragombong.”
Ridwan Kamil sepakat akan terus bersinergi dengan Kementerian PU-Pera untuk menangani banjir.
“Tidak ada lagi berita banjir di cekungan Bandung. Kami berkomitmen mempercepat pengendalian banjir.”
Di Cirebon, normalisasi dua sungai juga menjadi target pemerintah kota untuk menghindari banjir.
“Ini darurat. Kami tidak mau ada banjir lagi,” ujar Wakil Wali Kota Eti Herawati. @fen/mediaindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas