Poster yang dibawa saat mengikuti aksi bela Priok di Rasuna Said. /kumparan/foto: helmi afandi abdullah.

Terkait Pernyataannya yang Menuai Protes, Warga Tanjungpriok Desak Yasonna Minta Maaf Secara Terbuka

Visi.news – Warga Tanjungpriok yang berdemonstrasi di depan Gedung Kemenkumham, Jakarta Selatan, berangsur bubar.

Melansir kumparan.com, demonstrasi bertajuk ‘Aksi Damai 221 Tanjung Priok Bersatu’ itu merupakan bentuk protes atas pernyataan Menkumham Yasonna Laoly yang mengindikasikan Tanjungpriok sebagai tempat munculnya kriminal.

Masyarakat yang tidak terima ini lantas menggelar aksi selama lebih kurang tiga jam. Mereka membawa satu tuntutan yakni mendesak Yasonna menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media dalam waktu 2X24 jam.

“Kami mendesak, satu menuntut saudara Yasonna Laoly mencabut pernyataannya serta meminta maaf secara terbuka di depan media, kami beri waktu 2X24 jam,” ujar koordinator aksi Kemal Abubakar.

“Jika tidak meminta maaf, masyarakat Jakarta Utara menyampaikan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Anda,” sambung Kemal.

Sebelum memberi arahan agar massa membubarkan diri, Kemal juga menyampaikan ancaman bakal menutup Pelabuhan Tanjungpriok.

“30 persen non-migas wara-wiri di kampung kita, besok kita hentikan itu. Kita buktikan kepada Yasonna siapa yang berkuasa, kita punya pelabuhan kita hentikan itu.”

Setelah arahan tersebut, warga Tanjungpriok mulai membubarkan diri sekitar pukul 14.30 WIB. Selang 10 menit, Jalan Rasuna Said sudah kembali bisa dilintasi kendaraan.
@fen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas