Barang bukti tiang besi yang digunakan pelaku untuk memukul korban./visi.news/cic.poldajatim.com

Pukul Kepala Murid Gunakan Tiang Besi, Seorang Guru Ditangkap Polisi

Visi.news – Seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Lamongan berinisial S (27) diamankan Satreskrim Lamongan setelah memukul kepala muridnya menggunakan tiang besi.

Kapolres Lamongan, AKBP Harun mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (18/1) lalu.

Saat itu korban berinisial SHP (15) warga Desa Dagan, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, datang ke sekolah untuk mengurus administrasi ijazah.

Ketika bertemu pelaku, korban dipanggil dengan sebutan nongko bosok (nangka busuk).

“Merasa dihina, korban ganti mengolok pelaku, daripada sampeyan buat kereto (motor untuk balapan) Suzuki Satria gak jadi-jadi,” katanya, Selasa (21/1), seperti dilansir CICpoldajatim.com.

Mendengar kalimat itu, pelaku naik pitam dan memukul kepala korban menggunakan tiang besi sepanjang 187 sentimeter dan diameter 4 sentimeter yang biasa digunakan sebagai net badminton.

“Akibat pemukulan ini korban mengalami luka robek di bagian pelipis dan harus mendapat tiga jahitan,” ucap mantan penyidik KPK itu.

Tidak terima anaknya diperlakukan sepeti itu, Natum –ayah korban– akhirnya melaporkan pelaku kepada polisi.

Langkah ini ditempuh Natum karena tawaran penyelesaian secara kekeluargaan tidak digubris oleh pelaku.

Tersangka dijerat Pasal 80 ayat (1) atau (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan kekerasan terhadap anak.

“Hukuman paling lama lima tahun penjara dan /atau denda Rp 100 juta,” tandas AKBP Harun. @fen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas