Masyarakat Hongkong menggunakan masker untuk mengantisipasi terkena virus corona./foto: afp/dale de la rey.

Hongkong akan Denda Rp 43,9 Juta bagi yang Tak Mau Dikarantina

Visi.news – Hongkong berencana mengerahkan pasukan sukarelawan untuk menjalankan kebijakan mengarantina secara paksa bagi semua kedatangan dari Cina daratan. Hal ini bertujuan untuk mencegah makin meluasnya penyebaran virus corona.

Melansir kumparan.com dari AFP, Jumat (7/2), dalam aturan terbaru, jika ada yang ketangkap melanggar atau tak mau dikarantina akibat virus corona akan dipenjara 6 bulan dan didenda denda 25 ribu dolar Hongkong atau sekitar Rp 43,9 juta (1 dolar Hong Kong=Rp 1.758).

Pemerintah Hongkong mewajibkan karantina selama masa inkubasi virus yang berasal dari Kota Wuhan, Hubei, Cina itu atau 14 hari.

Para pejabat berharap upaya baru ini benar-benar dapat menghentikan semua lalu lintas dari Cina daratan.

Sementara khusus bagi penduduk Hongkong yang tiba dari Cina daratan akan diizinkan menjalani karantina sendiri di rumah.

“(Namun) jika mereka tidak dapat mengatur akomodasi, mereka akan dibawa ke fasilitas sementara yang disiapkan oleh pemerintah,” kata Sekretaris Kesehatan Hongkong, Sophia Chan.

Selain itu, siapa saja yang datang ke Hongkong dari negara lain, namun pernah ke Cina daratan selama 14 hari terakhir juga akan dikarantina.

Pemerintah Hongkong bersama sukarelawan akan memeriksa setiap hari dan memastikan orang-orang untuk tetap tinggal di rumah.

“Kami akan menghentikan banyak orang terkena virus corona dengan langkah-langkah baru,” kata Menteri Keamanan John Lee.

Sejauh ini, pemerintah Hongkong telah menutup 10 dari 13 gerbang perbatasan dengan Cina daratan. Di antara yang ditutup adalah perbatasan untuk perlintasan kapal feri maupun rel kereta cepat. Pemimpin Hongkong, Carrie Lam, mengumumkan penutupan ini pada Senin (3/1).

Sementara jumlah penderita virus corona di Hongkong mencapai 25 orang. Kasus kematian akibat virus mematikan ini juga terjadi di Hongkong. Tercatat 1 warga Hongkong meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona.

Pria berusia 39 tahun itu memiliki riwayat penyakit jantung dan meninggal dunia di Rumah Sakit Princess Margaret, Kwai Chung.

Secara global, angka kematian akibat wabah virus corona terus bertambah setiap harinya, mencapai 638 jiwa dengan jumlah penderita lebih dari 30 ribu orang di 28 negara. @fen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas