Maskapai membatalkan penerbangan dari dan ke sejumlah negara yang menerapkan lockdown. Ilustrasi./ antara foto/fikri yusuf.

Garuda dan Lion Setop Terbang dari dan ke Negara ‘Lockdown’

Visi.news – Sejumlah maskapai Indonesia membatalkan sementara penerbangan dari dan ke negara yang menerapkan kebijakan penguncian akses wilayah (lockdown). Beberapa negara yang sudah menerapkan kebijakan untuk mencegah penyebaran virus corona ini adalah Malaysia dan Filipina.

Berdasarkan pantauan di situs Traveloka, Kamis (19/3) penerbangan Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group dari dan ke kota-kota di Malaysia tidak tersedia sampai 31 Maret 2020.

Hal itu seiring kebijakan pemerintah setempat yang menerapkan lockdown hingga akhir bulan ini.

Saat ini, Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group masing-masing setidaknya melayani 20 penerbangan per hari dari dan ke kota-kota di Malaysia.

Sementara, berdasarkan situs resminya, Air Asia masih melayani penerbangan dari dan ke Kualalumpur dengan maksimal dua penerbangan per hari.

Di sisi lain, Air Asia menghentikan sementara penerbangan dari dan ke Manila, Filipina, mengikuti kebijakan pemerintah setempat. Penerbangan baru kembali tersedia pada 14 April 2020.

Bagi penumpang yang sudah membeli tiket untuk penerbangan yang dihentikan sementara, maskapai menerapkan sejumlah kebijakan.

Lion Air Group, misalnya, memfasilitasi seluruh calon penumpang yang sudah membeli tiket dengan pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan. Penumpang juga diberi pilihan untuk memindahkan tanggal perjalanan (reschedule) tergantung ketersediaan kursi.

Sementara, dalam keterangan resminya, Air Asia memberikan tiga pilihan bagi penumpang yang kena dampak pembatalan penerbangan. Pertama, penumpang dapat memindahkan jadwal penerbangan hingga 90 hari dari jadwal keberangkatan semula tanpa biaya tambahan.

Kedua, menyimpan biaya penerbangan dalam program loyalti. Dana itu dapat digunakan untuk membeli tiket di kemudian hari.

Ketiga, penumpang bisa meminta pengembalian penuh atas biaya tiket yang penerbangannya dibatalkan.

Wabah virus corona memang membuat industri penerbangan babak belur. Tanpa kebijakan lockdown pun, sejumlah maskapai di dunia memilih untuk membatalkan penerbangan dari dan ke negara episentrum penyebaran virus corona karena rendahnya tingkat keterisian.

Melansir Business Insider, sebuah perusahaan konsultan raksasa menyebut lebih dari 50 persen maskapai di dunia terancam gulung tikar dalam dua bulan ke depan jika tidak ada aksi penyelamatan.

“Sebagai dampak dari larangan terbang beberapa pemerintah dunia, berbagai maskapai mungkin telah menuju kebangkrutan teknis, atau setidaknya kesulitan membayar utang,” jelas Pusat Penerbangan CAPA yang berbasis di Australia. @fen/cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas