Liputan6.com/ist.

Begini Prosedur Pengurusan Jenazah Korban Covid-19, Keluarga Boleh Melihat, Asal…

Visi.news –  Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan prosedur pelaksanaan pemulasaran jenazah terkait virus corona atau Covid-19. Termasuk untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal, namun belum ada hasil pemeriksaan Covid-19.

Hal tersebut dituangkan dalam surat edaran nomor 55/SE/Tahun 2020 tentang pelaksanaan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 di DKI Jakarta tahun 2020 oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada Jumat (20/3/2020).

Kepala Seksi Data, Informasi dan Pelaporan pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Verry Adrian menyatakan surat tersebut dikeluarkan sebagai panduan.

“Bukan hanya petugas kesehatan, tapi juga untuk melindungi keluarga dan tenaga non-kesehatan (petugas kendaraan jenazah misalnya),” kata Verry seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (24/3).

Prosedur tersebut harus ditaati petugas pemakaman untuk proses pemulasaran. Jika ada keluarga yang ingin melihat jenazah tetap diizinkan, namun dengan syarat memakai alat pelindung diri lengkap sebelum jenazah masuk ke kantung jenazah.

Kemudian petugas yang menangani jenazah memakai APD lengkap (pakaian sekali pakai, lengan panjang dan kedap air, sarung tangan non steril satu lapis) yang menutupi manset gaun, pelindung wajah atau kacamata, masker bedah, celemek karet dan sepatu tertutup yang tahan air.

Tanpa persyaratan itu semua, petugas maupun pihak keluarga dilarang masuk ke ruangan.

Selanjutnya untuk perlakuan terhadap jenazah tidak dilakukan suntik pengawet dan tidak dibalsem. Jenazah dibungkus dengan menggunakan kain kafan kemudian dibungkus dengan bahan dari plastik, setelah itu diikat.

Kemudian jenazah dimasukan ke dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus dan pastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang dapat mencemari bagian luar kantong jenazah. Petugas juga harus memastikan kantong jenazah disegel dan tidak boleh dibuka lagi. Setelah itu, bagian luar kantong jenazah disemprot memakai cairan disinfektan.

Selanjutnya, jenazah hendaknya dibawa menggunakan brankar khusus ke ruang pemulasaran jenazah oleh petugas dengan memperhatikan kewaspadaan standar. Bila akan diautopsi hanya dapat dilakukan oleh petugas khusus dan setalah mendapatkan izin dari pihak keluarga serta direktur rumah sakit. @fen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas