Duet Bhabinkamtibas dan Babinsa Cinunuk Aipda Heri Maryadi dan Serda Zakaria kompak berkeliling di wilayah tugasnya memberikan imbauan terkait Covid-19./visi.news/yayan sofyan.

Cileunyi Gencar Perangi Covid-19

Visi.news – Mewabahnya virus corona atau Covid-19 banyak pihak di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kini gencar memerangi atau memutus mata rantai virus yang mendunia ini.

Apalagi 1 warga di Cileunyi meninggal dan 1 warga lainnya kini sudah masuk pasien dalam pemantauan (PDP).

Pihak yang gencar memerangi Covid-19 di Cileunyi tersebut di antaranya dari jajaran muspika, puskesmas, aparat desa, bhabibkamtibmas, babinsa, DKM, karang taruna, RW, dan RT.

Caranya, ada yang terus melakukan imbauan kepada masyarakat dengan cara berkeliling ke kampung-kampung dan kompleks-kompleks perumahan memberikan imbauan serta membagikan selebaran bagaimana cara hidup sehat, social distancing, ada pula yang melakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan.

Pantauan visi.news, Rabu (25/3), selain jajaran muspika, DKM, RW dan RT dengan cara mandiri dan swadaya, juga melibatkan karang taruna, seperti yang dilakukan Karang Taruna Desa Cinunuk.

Sejak pagi hingga petang, para anggota karang taruna itu berkeliling ke kampung-kampung dan kompleks perumahan melakukan penyemprotan disinfektan.

Sementara aparat lainnya yang paling getol memerangi Covid-19 di Cileunyi yaitu anggota bhabinkamtibmas dan babinsa.

Dengan berboncengan sepeda motor dinasnya, keduanya berkeliling di tiap-tiap desa se-Kec. Cileunyi. Menggunakan pengeras suara berjenis toa, keduanya antusias memberikan imbauan dan membagikan brosur.

Aparat Polsek Cileunyi dan Satpol PP Kec. Cileunyi membubarkan kerumunan massa disebuah warnet di Cileunyi terkait covid-19./visi.news/yayan sofyan.

Sementara pihak Kec. Cileunyi tak kalah sigap menerjunkan pasukan Satpol PP. Mereka pun berkeliling memberikan imbauan dan penyemprotan disinfektan ke desa-desa.

“Ya kami jajaran Muspika Cileunyi terus berupaya memerangi dan memutus mata rantai Covid-19 ini. Caranya memberikan imbauan, melakukan penyemprotan, dan sosialiasi bagaimana memelihara hidup sehat, social distancing, dilarang berekerumun, dan dilarang menggelar kegiatan apa pun yang melibatkan banyak orang,” kata Camat Cileunyi Solihin.

Kesadaran Kolektif

Sementara itu Riki Ganesa, anggota DPRD Kabupaten Bandung ketika dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya mengapreasiasi gencarnya banyak pihak turun tangan dengan berbagai cara dalam upaya memerangi Covid-19.

“Saya apresiasi di Cileunyi gencar memerangi Covid-19 ini apalagi di Cileunyi 1 warga meninggal dan 1 warga lainnya PDP. Mari kita sama-sama bahu-membahu memerangi Covid-19 dan turuti imbauan pemerintah,” kata wakil rakyat asal Cileunyi dari Fraksi Golkat ini.

Manurut Riki, apa yang terjadi sekarang terkait Covid-19 harus terbangun kesadaran kolektif mana yang harus jadi prioritas dilakukan oleh Pemkab Bandung setelah upaya imbauan dan sosialisasi dapat dipastikan berjalan.

“Bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama saat ini. Social distancing dan berbagai program yang dilakukan pemerintah dalam melawan Covid19 targetnya adalah penyelamatan masyarakat,” tandasnya.

Target selanjutnya lanjut Riki bagaimana masyarakat yang terkena dampak bisa hidup tenang dengan diimulai dipikirkan dan didorong sedikit program bantuan pemerintah untuk warga miskin.

“Bagi pedagang kecil, tukang ojeg, masyarakat kelas bawah bagaimana terkait kecukupan makannya. Ini harus dipikirkan pemerintah dan berharap bisa didorong program bantuan untuk mereka. Saya pun berharap masyarakat bersabar, terus beristigfar dan berdoa agar penyebaran virus Covid-19 cepat mereda. Saya yakin Pemkab Bandung akan berupaya maksimal untuk masyarakatnya,” harap Riki. @yan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas