Kapolsek Soreang, H Yana Mulyana./visi.news/apih igun.

Polisi Takkan Segan Bubarkan Kerumunan Massa yang Membandel

Visi.news – Berbagai upaya untuk memutus mata rantai penularan virus corona dilakukan aparat Pemerintah Kabupaten Bandung. Salah satunya dilakukan jajaran Polisi Sektor Kec. Soreang, Polresta Bandung.

Kapolsek Soreang, Kompol Yana Mulyana megatakan, upaya itu dilakukan demi kondusivitas wilayah dari serangan virus yang membahayakan.

Kapolsek Soreang mengaku takkan segan membubarkan kerumunan massa demi mencegah merebaknya wabah virus corona.

“Kami takkan segan-segan melakukan upaya terbaik demi pencegahan virus corona. Misalnya kami akan bubarkan kerumunan massa yang dinilai akan menjadi sasaran menyebarnya virus corona ini,” papar Yana Mulyana, Rabu (25/3).

Dikatakannya lebih lanjut, selain berpatroli bertujuan memberikan imbauan dan membubarkan masyarakat yang masih saja bergerombol, jajaran Polsek Soreang juga memasang pamflet atau spanduk.

“Banyak cara yang kami lakukan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Memasang spanduk, pamflet dan lainnya agar mereka mentaati setiap aturan yang diterapkan,” tambahnya.

Dikatakannya, pihaknya juga melaksanakan koordinasi dengan unsur muspika lainnya, di antaranya dengan Camat Kutawaringin, H. Cep Azis Sukandar dan Camat Soreang Rusli Baijuri.

“Pokoknya jika masyarakat masih juga bergerombol atau ‘ruang-riung’, maka pihak kepolisian tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas dengan cara membubarkannya,” tegas Yana.

Dia mengatakan, tindakan pembubaran massa dilakukan malam hari, terutama di warung-warung, kafe, kerumunan massa di Alun-alun Soreang , terminal, dan pasar.

Sementara itu Camat Soreang, Rusli Baijuri AP mengaku telah berkoordinasi dengan sesama muspika untuk bersinergi agar bisa mencarikan solusi meminimalisasi penyebaran virus corona.

Camat meminta masyarakat untuk mentaati instruksi pemerintah dengan mematuhi social distancing. Masyarakat yang mempunyai maksud untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan mengundang ratusan atau ribuan massa, sebaiknya ditunda.

“Imbauan ini harus dipatuhi juga, sebab pertemuan yang melibatkan orang banyak itu bisa menjadi rawan penyebaran virus corona,” kata camat.

Demikian juga dengan resepsi hajatan pernikahan, kalau bisa ditangguhkan kecuali kalau untuk akad nikah selama mematuhi protokol kesehatan bisa dilaksanakan.

Kegiatan lainnya yang dilakukan Polsek Soreang bersama muspika yakni melakukan sterilisasi tempat berupa penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat yang dianggap rawan penularan virus corona tersebut. @pih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas