Satgas Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Kabupaten Bandung melaksanakan penyemprotan disinfektan di delapan desa./visi.news/budimantara.

Kurangi Penyebaran Virus Corona, Satgas Citarum Harum Lakukan Desinfeksi di 8 Desa di Kec. Majalaya

Visi.news – Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Kabupaten Bandung melaksanakan penyemprotan disinfektan di delapan desa di Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/3).

Kedelapan desa itu, yakni Desa Neglasari, Biru, Majalaya, Majasetra, Majakerta, dan Desa Bojong. Satu desa lagi di Kecamatan Paseh, yakni Desa Sukamantri. Sebelumnya, Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya, penyemprotan dilaksanakan pada Selasa (24/3).

Sementara itu di tiga desa lainnya, yakni Desa Padamulya, Padaulun, dan Desa Sukamukti Kecamatan Majalaya, penyemprotan akan dilaksanakan pada Jumat (27/3) besok.

Pemantauan wartawan di lapangan, penyemprotan disinfektan itu dilaksanakan di kantor pemerintahan desa, ruang publik, dan rumah-rumah warga. Di antaranya di Kantor Desa Neglasari, Aula Desa Neglasari, Gedung Olahraga/Futsal, Kantor Desa Wangisagara, Bumdes Wangisagara, Pasar Tradisional Wangisagara, sejumlah masjid dan rumah-rumah warga.

Komandan Kompi (Danki) Sektor 4 Satgas Citarum Harum Letda Arh Dwi Iswantoro mengatakan, penyemprotan disinfektan ini merupakan perintah dari pimpinan teratasnya dalam upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19) di wilayah kerja Sektor 4 Satgas Citarum Harum Kecamatan Majalaya.

“Kita berusaha untuk mengedepankan rasa kemanusiaan setelah melihat kondisi sekarang dan informasi yang berkembang berkaitan dengan penyebaran wabah virus corona. Kita berusaha untuk membuat ketenteraman dan kenyamanan bagi masyarakat sekitar melalui penyemprotan disinfektan,” kata Letda Arh Dwi kepada wartawan di sela-sela penyemprotan disinfektan di Majalaya, Kamis (26/3) siang.

Letda Arh Dwi juga berusaha untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa membiasakan pola hidup sehat dan bersih. Selain itu untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh.

“Jika hidup kita sehat, inyaallah tidak akan terkena virus dan kita harus yakin,” ungkap Letda Arh Dwi.

Penyemprotan disinfektan ini, imbuh Letda Arh Dwi, dalam upaya membantu kegiatan rutin aparatur desa di Kecamatan Majalaya.

“Selain itu agar dampak penyebaran virus corona tidak sampai merebak atau mewabah ke mana-mana. Harapan lainnya mengurangi risiko terjadinya penularan wabah virus corona tersebut, khususnya di semua desa di Kecamatan Majalaya yang saat ini sedang dilaksanakan penyemprotan secara serentak,” katanya.

Sama halnya yang dikatakan Satgas Sektor 4 Citarum Harum Sub Pos Wangisagara-Neglasari Sertu Tumijo. Menurutnya, penyemprotan disinfektan di Kantor dan Aula Desa Neglasari, Lapangan Futsal, Kantor Desa Wangisagara, Bumdes Wangisagara, Pasar Tradisional Wangisagara, masjid, dan rumah-rumah warga itu sebagai upaya pencegahan penularan virus corona.

“Dalam pelaksanaan penyemprotan disinfektan ini melibatkan aparat desa dan warga,” kata Sertu Tumijo.

Ia mengatakan, penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum dan rumah warga di Desa Wangisagara itu, sebagai tindak lanjut dari penyemprotan di Desa Wangisagara yang dilaksanakan sebelumnya.

“Penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum di Desa Wangisagara sudah dilaksanakan lebih awal pada Selasa (24/3),” katanya.

Pantauan wartawan di lapangan, penyemprotan disinfektan di dua desa itu disambut antusias aparat desa dan warga setempat. Seperti yang diungkapkan Kepala Desa Wangisagara Enjang Gandi.

“Dengan adanya penyemprotan disinfektan di Desa Wangisagara, terutama di Kantor Kepala Desa Wangisagara, Bumdes Wangisagara dan Pasar Tradisional Wangisagara untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Supaya masyarakat tidak panik. Masyarakat pun untuk tetap semangat dan berdoa dalam menghadapi situasi saat ini,” kata Gandi.

Gandi juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

“Lebih baik warga diam di rumah. Jika emergency dan harus keluar rumah, usahakan pakai masker. Masyarakat pun diimbau untuk membiasakan pola hidup sehat dan bersih. Selain itu membiasakan cuci tangan pakai sabun,” katanya.

Gandi juga mengaku bersyukur di desanya tidak ada warga yang masuk dalam ODP (orang dalam pemantauan). Sampai saat ini di Desa Wangisagara aman dan kondusif.

“Kita pun mengingatkan warga untuk hati-hati terhadap berita hoaks. Jangan terpengaruh dan terpancing dengan berita hoaks,” katanya. @bud

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas