Kepolisian akan mengerahkan 1.600 personel untuk mengamankan prosesi pemakaman ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo./cnn indonesia/christie stefanie.

Sebanyak 1.600 Personel Amankan Pemakaman Ibunda Jokowi

Visi.news – Kepolisian Jawa Tengah akan mengerahkan 1.600 personel untuk mengamankan rangkaian pemakaman ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, terutama agar tak ada kerumunan warga di tengah wabah virus corona.

Kepala Polda Jateng, Rycko Amelza Dahniel, mengatakan bahwa 1.600 personel itu akan disebar di sekitar rumah duka, sepanjang jalan menuju pemakaman, dan kompleks permakaman.

Panglima Kodam Diponegoro, Mochamad Effendi, kemudian menegaskan bahwa Jokowi juga meminta warga agar tidak berkumpul di sekitar kediaman ibunya di Solo untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Melihat situasi sekarang ini, warga diminta untuk menyampaikan belasungkawa ke ibunda presiden dari rumah,” ujar Effendi seperti dikutip CNN Indonesia dari kantor berita Antara.

Sujiatmi meninggal dunia pada Rabu (25/3) pukul 16.46 di Solo setelah berjuang melawan kanker selama empat tahun belakangan.

Lahir pada 15 Februari 1943, Sujiatmi menikah dengan Widjiatno Notomiharjo dan dikaruniai empat anak. Joko Widodo sendiri merupakan anak sulung yang lahir di Solo pada 21 Juni 1961.

Saat ini, Jokowi sudah tiba di rumah duka setelah mendarat di kampung halamannya pada pukul 17.52 waktu setempat. @fen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas