Banjir cileuncang tepat di depan SMA Handayani Pemeugpeuk, Kamis (26/3) malam./visi.news/apih igun.

Banjir Cileuncang Menggenang Sepanjang Jalan Pameungpeuk Banjaran

Visi.news – Hujan yang terus-menerus di wilayah Kabupaten Bandung membuat sejumlah permukaan air sungai meninggi. Naiknya permukaan air mengakibatkan sejumlah anak sungai tak mampu menampung luapan air hujan.

Seperti yang terjadi di Sungai Cikasungka dan Citanduy Kamis (26/3) malam. Akibatnya air meluber ke jalan dan mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Pengguna jalan terpaksa berjalan pelan bahkan pengguna motor banyak yang mesinnya mati karena mesinnya terendam banjir.

“Ini terjadi sekitar pukul 20.00 sampai pukul 22.00 malam. Akibat hujan yang terus tak berhenti,” ujar Maman, Ketua RW 09 Kampung Waas, Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk. Dia mengakui air yang naik ke jalan dan menutup permukaan jalan provinsi itu akibat meluapnya Sungai Citanduy.

Di Banjaran juga sama, air meluap akibat Sungai Cikasungka tak mampu menampung air hujan. Sejumlah warga di Kampung Gandasoli yang berdekatan dengan jalan masuk menuju Mapolresta Bandung mengatakan banjir Cileuncang biasa terjadi di situ. Namun demikian warga sudah bahu membahu membuang sampah yang terbawa aliran air sungai.

Air yang menutup permukaan jalan di Jalan Raya Pameungpeuk membuat warga memapah kendaraannya, Kamis (26/3)./Visi.news/apih igun.

“Kalau sampahnya tak dibuang sama juga bohong. Ini kan sumber malapetaka, makanya jangan buang sampah ke sungai,” tutur Rohman warga Kampung Gandasoli, Desa Gandasari, Kecamatan Katapang .

Hingga pukul 24.00 air masih tinggi dan mulai surut menjelang dini hari seiring dengan me redanya hujan. Dalam peristiwa ini tak ada korban jiwa dan material banjir masih bisa ditanggulangi warga setempat. @pih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas