3 Bekal yang Wajib Dimiliki Para Calon Jemaah Haji

Editor :
Polisi wanita atau polwan diterjunkan mengawal prosesi ibadah haji di Mekah, Arab Saudi./arabnews/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Allah SWT telah mewajibkan hamba-Nya yang memiliki bekal untuk menjalankan ibadah haji. Kewajiban tersebut ditegaskan Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 197.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“…Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.”

Kiai Ahmad Chodri Romli mengatakan, sangat penting jemaah memiliki bekal untuk menjalankan ibadah haji, terutama bekal takwa. Bekal yang sifatnya rohani dan nonfisik implementasinya banyak sekali dan sangat luas di antaranya sebagai berikut:

Pertama, niat yang ikhlas

Jauh-jauh datang ke Haramain, dengan meninggalkan keluarga, anak yang disayangi, pekerjaan yang dicintai, mengeluarkan biaya yang tak sedikit tiada lain kecuali semata-mata memenuhi undangan Allah untuk mendapatkan ridha-Nya. Maka dari itu niat bakal ikhlas harus ada di dalam diri setiap jemaah.

Kedua, bekal manasik haji dan umrah

Orang naik haji bukan sekadar datang ke Mekah sebagaimana umumnya para turis melakukan perjalanan ke mancanegara, lalu melakukan kegiatan menurut kemauan dan seleranya sendiri, melainkan haji adalah ibadah mahdhah yang terikat dengan aturan yang baku

“Ilmu pengetahuan tentang ibadah haji itulah yang disebut manasik haji,” kata Kiai Ahmad dalam bukunya ‘Ensikloped Haji dan Umrah.’

Ketiga, bekal kesehatan jasmani dan rohani

Berbeda dengan ibadah-ibadah yang lainnya, haji merupakan ibadah badaniah (ragawi) di samping ibadah maliah (harta) dan sekaligus sebagai ibadah qalbiah (mental).

Maka kesehatan fisik sangat penting mengingat hampir semua rangkaian ibadah haji itu berupa perbuatan, kegiatan yang melibatkan anggota badan.

“Jadi, menjaga kesehatan dengan cara mengatur pola makan, olahraga, dan sebagainya adalah termasuk salah satu upaya memaksimalkan ibadah haji untuk meraih nilai status yang mabrur,” katanya.
@fen/ihram.co.id

Baca Juga :  Berhasil Tingkatkan Layanan dan Laba Perusahaan, Wamen BUMN Apresiasi Transformasi PLN

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pemerintah Diminta Perjelas Aturan Pembukaan Masjid Selama PPKM

Sel Jul 13 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis meminta pemerintah memperjelas aturan mengenai pembukaan masjid selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk mengendalikan penularan Covid-19. “Kalimat membatasi kegiatan beribadah di dalam Inmendagri harusnya dibuat lebih jelas lagi, tentang fungsi masjid apabila jadi tempat syiar asal tidak menimbulkan […]