VISI.NEWS | SUKABUMI – Dampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe RT 005/007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terus bertambah. Hingga Senin (2/3/2026), sebanyak 102 kepala keluarga yang terdiri dari 300 jiwa, terdampak bencana ini.
Kini para warga terdampak bencana itu mengungsi ke posko pengungsian, di posko terdapat 11 tenda family yang didirikan. Disamping itu, tak sedikit warga yang memilih mengungsi ke rumah kerabatnya bahkan mengontrak rumah.
“Yang ada di 11 tenda tadi sampai magrib baru menempati 158 jiwa dan sebagian lagi ke rumah sanak saudara atau kerabatnya ada ada yang ngontrak mandiri,” ujar Camat Bantargadung Rahmat Syarifudin.
Rahmat menyatakan, tenda pengungsian awalnya berada tak jauh dari titik bencana, namun karena kurang aman, maka tenda dipindahkan ke lokasi yang lebih aman berjarak sekitar 1 kilometer.
Mengenai bangunan yang terdampak, sebanyak 90 unit rumah, dua mushola, dan sebuah pondok pesantren mengalami kerusakan akibat bencana ini.
“Untuk para santri yang berjumlah 56 orang dievakuasi ke rumah saudaranya pimpinan ponpes dan ada yang pulang,” jelasnya.
Rahmat menjelaskan bencana pergerakan tanah ini mulai terjadi pada 22 Februari, ketika itu terdapat retakan di tanah yang menjalar ke lantai dan dinding bangunan.
Kerusakan akibat pergerakan tanah semakin masif pada Minggu (1/3/2026), membuat perkampungan itu tidak layak ditempati. @andri