Dengan Menggelar PMHMETD, BRI Membangun Ekosistem Ultra-Mikro Terbesar di Indonesia

Editor :
(Kika) Presiden Direktur PNM Arief Mulyadi, Presiden Direktur PT Pegadaian Kuswiyoto, Menteri BUMN Erick Thohir, Presiden Direktur BRI Sunarso, dan Deputi Presiden Direktur BRI Catur Budi Harto. /visi.news/ist

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) dengan target transaksi hingga Rp 96 triliun. Dana yang diperoleh dari PMHMETD akan digunakan untuk membentuk sebuah induk usaha yang bergerak di segmen ultra-mikro. BRI akan memiliki 99,99% saham yang diterbitkan dan modal yang disetor PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Melalui PMHMETD, BRI menawarkan saham Seri B dengan jumlah maksimum sebanyak 28,2 miliar lembar saham. Masa perdagangan saham berlangsung dari 13-22 September. Selama periode ini, Pemegang Saham yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti PMHMETD. Saham-saham yang dibeli lewat PMHMETD akan dibagikan dan/atau disediakan untuk para Pemegang Saham yang memenuhi persyaratan dari 15-24 September.

Direktur Utama BRI Sunarso berkata bahwa sekitar Rp 54,7 triliun dari perolehan PMHMETD akan digunakan dalam Penggabungan Usaha Ultra-Mikro. Dalam transaksi ini, Pemerintah Republik Indonesia akan melakukan transaksi pengalihan saham (inbreng) atas kepemilikan saham Pegadaian dan PNM sebagai penempatan modal dalam PMHMETD.

Suharso menambahkan bahwa sisa perolehan dana dari PMHMETD, dalam bentuk tunai, akan dipakai sebagai modal kerja BRI untuk mengembangkan ekosistem ultra-mikro serta usaha mikro dan kecil. Penggabungan Usaha Ultra-Mikro diharapkan dapat mempercepat pencapaian visi BRI sebagai “Grup Perbankan dengan Valuasi Tertinggi di Asia Tenggara” dan “Pemimpin Inklusi Keuangan”.

Ekosistem Mikro dan Ultra-Mikro yang Berkembang di Indonesia

Ekosistem mikro dan ultra-mikro di Indonesia telah berperan besar mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dan BRI turut berperan aktif mengembangkan kedua sektor ini. Menurut BRI, jumlah usaha ultra-mikro di Indonesia tercatat sebanyak 45 juta pada 2019. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 20 juta usaha ultra-mikro yang telah memperoleh pembiayaan dari sumber-sumber resmi.

Baca Juga :  Antisipasi Demo Buruh, 9.236 Personel TNI-Polri Diterjunkan

“Dengan menyasar ekosistem ultra-mikro, kami ingin memperluas akses lembaga keuangan bagi nasabah ultra-mikro. Langkah ini sejalan dengan visi BRI, yakni terus mengembangkan sektor ultra-mikro dan UMKM di Indonesia. Kami mengajak kalangan investor untuk menangkap peluang ini dan terlibat dalam transformasi besar ekosistem ultra-mikro,” kata Sunarso. @mpa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Merespon Bahaya Cyberbullying, Kemenkominfo dan GNLD Siberkreasi Libatkan Figur Publik dalam Kampanye Cerdas Bermedia Sosial

Jum Sep 17 , 2021
Silahkan bagikanmore Hampir setengah dari penduduk Indonesia dilaporkan menjadi korban penyalahgunaan internet. Lewat kampanye literasi digital, Kementerian Kominfo bersama GNLD Siberkreasi bertekad menghadirkan pengaruh positif kepada masyarakat. VISI.NEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi meluncurkan rangkaian acara untuk mempromosikan penggunaan positif media […]