6 Fakta Terbaru Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Editor Almarhumah Tuti Suharti dan anaknya Amelia Mustika Ratu saat difoto bersama dengan keluarga besarnya./inewstv/yudy heryawan juanda/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Sejak peristiwa pembunuhan ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang pada Rabu, 18 Agustus 2021, banyak fakta baru yang mencengangkan bermunculan. Meskipun pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Melansir iNews.id, selama delapan hari ini terangkum sejumlah fakta seiring dengan penyelidikan kepolisian yang konon kabarnya sudah memiliki ciri-ciri yang mengarah ke pelaku.

Berikut fakta-fakta selama delapan hari terakhir :

1. Waktu kematian kedua korban terjeda lima jam.

Berdasarkan penyelidikan polisi terungkap, Tuti Suharti dan Amelia Mustika Ratu meninggal terjeda lima jam, sebelum kedua jasad mereka dimasukkan ke dalam bagasi Alphard.

Kapolres Subang, AKBP Sumarni mengatakan, Tuti Suharti meninggal lebih dulu yakni sekitar pukul 00.00 WIB.

“Adapun anaknya meninggal sekitar pukul lima pagi,” kata Kapolres.

2. Pelaku lebih dari satu orang dan dikenal korban.

Polisi menemukan fakta berdasarkan olah TKP, pintu atau jendela tidak ada yang rusak. Terdapat jejak kaki lebih dari seorang di sekitar TKP. Diperkirakan pelaku dengan leluasa masuk ke dalam rumah atau memang korban mengenalnya. 

“Kemungkinan pelaku lebih dari satu orang, hasil penyelidikan kemungkinan juga orang yang dikenal,” ujar Kapolres.

3. Istri muda diperiksa sebagai saksi

Robert Marpaung, pengacara M, istri muda Yosef, mengatakan, kliennya diperiksa selama sekitar 10 jam oleh polisi dan dicecar sekitar 20 pertanyaan. Pertanyaan yang ditanyakan oleh polisi menyangkut alibi keberadaan M saat pembunuhan terjadi hingga hubungan antara M dengan Tuti.

“Yang (ditanyakan) seputar keberadaan saat kejadian (pembunuhan terhadap Tuti dan Amelia). Itu kan (peristiwa pembunuhan) sekitar jam 4 (04.00) atau jam 5 subuh (05.00 WIB) ya. (Pertanyaan polisi) seputar keberadaan (M) saat kejadian. Terus sehari-hari hubungan suami istri terus hubungan dengan almarhum (Tuti dan Amelia). Itu aja sih,” kata Robert Marpaung dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga :  Jelang Pergantian Tahun, Vaksinasi Covid-19 Terus Digencarkan

4. Korban sempat diteror

Kakak korban, Lilis Sulastri  mengaku adiknya, Tuti Suharti (korban) pernah curhat mendapat pesan dari seseorang berinisal M yang isinya kata-kata kasar. Bahkan teror tersebut sudah lama terjadi. 

“Adik saya sering curhat dan menyampaikan sering mendapat pesan kata-kata kasar dari seseorang berinisial M,” ujar Lilis dengan mata berkaca-kaca, Rabu (25/8/2021).

5. Korban pernah mengalami masa sulit

Tuti dan Amel sempat mengalami kehidupan ekonomi sulit. Namun perekomian mereka mulai membaik dan Amel cukup pintar mengatur keuangan keluarga hingga tidak perlu lagi dibantu kerabatnya.

“Dulu sering dibantu beras atau meminjamkan uang. Uang itu pun sudah saya ikhlaskan. Ketika kondisi ekonomi sudah membaik, Amel pernah bilang tidak perlu lagi dibantu, sebab sudah bisa mengatur keuangannya sendiri,” ujar Lilis.   

6. Minta dihukum mati

Mereka menilai sosok Tuti Suharti dan Amelia Mustika Ratu merupakan pribadi yang baik. Maka dengan kematian keduanya dengan cara sadis, pihak keluarga berharap pelaku dihukum berat.

“Kami berharap kasus ini segera terungkap dan pelakunya dihukum mati,” ucap Lilis. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Taliban Tunjuk Mantan Tahanan Guantanamo Jadi Menteri Pertahanan Afghanistan

Kam Agu 26 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Taliban menunjuk mantan tahanan Penjara Guantanamo, Mullah Abdul Qayyum Zakir sebagai Menteri Pertahanan Afghanistan. Penunjukan Mullah Abdul Qayyum Zakir itu diungkap sumber dari Taliban. Penjara Guantanamo merupakan penjara berkeamanan tinggi militer AS di Kuba di mana teroris tingkat tinggi ditahan. Penjara militer di bawah Joint Task Force […]