Usai Pulang dari Pesta, Pemuda 19 Tahun di Sikka Ditikam Hingga Tewas

Editor Ilustrasi. /net
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | MAUMERE – Kasus tindak pidana pembunuhan kembali terjadi di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT. Kali ini korbannya adalah seorang pemuda berinisial MSR dan berusia 19 tahun, yang merupakan warga Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur.

Berdasarkan kronologis kejadian yang dihimpun VISI.NEWS, diketahui pada Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 00.30 Wita, bertempat di Jalan Trans Maumere – Larantuka, tepatnya di Dusun Bolawolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, telah terjadi kasus tindak pidana penganiayaan berat dan atau pembunuhan.

Dimana sepulang dari tempat pesta, korban MSR dan teman-temannya dikejar oleh para pelaku dengan menggunakan sepeda motor. Yang mana, para pelaku itu juga memegang pisau, parang dan linggis.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), salah satu pelaku langsung menikam korban di bagian dadanya sebanyak 1 kali dengan menggunakan sebilah pisau dan korban langsung terjatuh dari sepeda motornya.

Korban kemudian melarikan diri ke kebun warga dan ditolong oleh beberapa saksi, hingga diantar ke Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante. Namun nyawa korban tak bisa tertolong dan akhirnya meninggal dunia.

Atas laporan saksi ke SPKT Polsek Kewapante, polisi kemudian mendatangi TKP, membuat laporan polisi dan melakukan visum et repertum. Selanjutnya, pihak Kepolisian juga melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

Kurang dari 12 jam tepatnya di hari Sabtu (23/10/2021) pukul 09.00 Wita, aparat Kepolisian dibawah pimpinan Kapolsek Kewapante, Iptu. Yance Yauri Kadiaman, berhasil mengamankan 2 terduga pelaku dan 6 orang lainnya yang mengetahui kejadian tersebut di Desa Munerana, Kecamatan Hewokloang. Dari 8 orang itu, 2 orang diduga kuat sebagai pelaku atas tewasnya MSR.

“Saat ini pelaku sudah kami amankan untuk dilakukan proses lebih lanjut. Sementara pelaku yang diduga melakukan penganiayaan ada dua orang, namun masih dilakukan pemeriksaan karena teman yang ikut juga saling menyerang,” ungkap Iptu. Yance kepada VISI.NEWS

Iptu. Yance menerangkan bahwa, kasus tindak pidana pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (23/10/2021) sekitar pukul 00.30 Wita di Jalan Trans Maumere – Larantuka, tepatnya di Dusun Bolawolon, Desa Tanaduen, Kecamatan Kewapante.

Baca Juga :  REFLEKSI | Moral

“Kejadian berawal dari kegiatan pesta nikah yang dilaksanakan di Desa Geliting, Kecamatan Kewapante. Kemudian dari tempat pesta itu, ada dua kelompok pemuda bertikai dan dilanjutkan dengan saling serang dalam perjalanan menuju ke daerah Waipare, Desa Watumilok,” bebernya.

Dalam perjalanan, lanjut Iptu. Yance, pelaku diduga melakukan penganiayaan korban di atas sepeda motor dengan menggunakan sebilah pisau. Sehingga korban terjatuh dari sepeda motornya di seputaran Waipare, samping swalayan Alfamart.

“Disitu korban terjatuh dari sepeda motor dan berlari ke arah pantai. Melihat korban jatuh, pelaku langsung lari dan meninggalkan korban begitu saja. Korban kemudian ditolong oleh masyarakat setempat dilarikan ke RS St.Gabriel Kewapante, namun beberapa menit kemudian korban dinyatakan meninggal dunia,” terangnya.@ryc

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sukses Kendalikan Covid dan Ekonomi Kans Capres Airlangga Meningkat

Sab Okt 23 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), figur Airlangga Hartarto (AH) tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan bangsa Indonesia mengendalikan pandemic Covid-19 dan juga menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. “Sosok Pak AH (Airlangga Hartarto-Red) ini ada di balik kesuksesan […]