Letjen (Purn) Sumarsono: Prakiraan Cuaca BMKG Jangan Dianggap Enteng

Editor :
Wakil Ketua PMI Pusat, Letjen. TNI (Purn) Sumarsono, berbicara pada rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir dan longsor, yang diikuti pengurus PMI se Jateng. /visi.news/tok suwarto 

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika (BMKG) jangan dianggap enteng. Karena prakiraan tersebut juga disertai action untuk kesiapsiagaan penanggulangan dampak bencana.

Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Sumarsono, menekankan masalah itu di depan peserta rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor, yang diikuti para pengurus PMI kota dan kabupaten se Jawa Tengah, di kampus Politeknik Akbara Surakarta, Selasa (26/10/2021).

“Jadi prakiraan BMKG itu tidak bisa disepelekan, karena ada action. Contohnya, prakiraan BMKG 10 harian tentang cuaca ekstrem, actionnya adalah dengan persiapan sarana prasarana. Persiapan tidak perlu muluk-muluk karena terkait anggaran2, misalnya BPBD menyiapkan perahu karet,” katanya.

Di depan peserta rapat koordinasi se Jateng, wakil ketua PMI Pusat itu, mengingatkan, menyoroti ego sektoral di berbagai daerah dalam menangani dampak bencana. Ditegaskannya, bencana tidak mengenal batas wilayah administratif. Sehingga, PMI dalam menangani dampak bencana juga tidak berpatokan pada tempat kejadiannya.

“Bencana itu tidak ada patokan batasnya atau garis batas wilayah. Kalau ada bencana di Solo yang berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, tidak hanya ditangani PMI Solo tapi juga ditangani Sukoharjo. Jadi tidak ada batas garis, itu Solo ini Sukoharjo,” jelasnya.

Sumarsono juga mengungkapkan, berdasarkan UU 4/2007 dampak bencana menjadi tanggung jawab pemerintah. Sedangkan berdasarkan UU No. 1 tahun 2019 tentang PMI, dalam menangani dampak bencana posisi PMI adalah membantu pemerintah dan bukan mengambil alih tanggung jawab pemerintah.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang hadir di tengah berlangsungnya rapat koordinasi, berharap setelah rapat koordinasi antar daerah dalam penanganan bencana semakin baik.

Baca Juga :  Klaster Tarawih Banyumas, Ganjar Ingatkan Masyarakat Jangan Anggap Remeh Covid-19

Ganjar mengungkapkan kepada wartawan, di wilayah Jawa Tengah terdapat daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor yang harus di waspadai.

“Wilayah pegunungan di Jateng sisi tengah, seperti Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas sampai Cilacap barat, merupakan daerah rawan banjir dan longsor. Selain itu juga wilayah pegunungan di pantura juga banyak daerah rawan bencana. Semua pemerintah daerah harus siap menghadapi bencana, setidaknya BPBD menyiapkan perahu karet dan bantuan logistik,” ujarnya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kalahkan PSIS Semarang 1-0, Persib Bandung Jadi Satu-satunya Tim Tak Terkalahkan pada Liga 1 2021/2022

Rab Okt 27 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS | SLEMAN – Rekor impresif PSIS Semarang terhenti di tangan Persib Bandung, yang sama-sama belum pernah terkalahkan pada musim ini. Persib Bandung sukses menjaga rekor mereka sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan pada Liga 1 2021/22. Menghadapi PSIS Semarang, yang sebelum laga ini juga belum pernah kalah, Persib […]