VISI.NEWS | MADINAH – Kota Madinah mulai dipadati kedatangan jemaah haji asal Indonesia pada musim haji 2026. Hingga Sabtu (2/5/2026) pagi waktu setempat, jumlah jemaah yang tiba melalui Bandara Prince Mohammed Bin Abdul Aziz (AMAA) telah mencapai 67.683 orang yang tergabung dalam 174 kelompok terbang atau kloter.
Ribuan jemaah terlihat memenuhi area kedatangan dengan seragam batik khas haji Indonesia. Di antara jumlah tersebut, keberadaan jemaah lanjut usia menjadi perhatian utama dalam pelayanan di lapangan.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menyampaikan bahwa dari total kedatangan tersebut, terdapat 14.650 jemaah lansia yang turut menunaikan ibadah haji tahun ini. Jumlah tersebut membuat layanan di bandara harus dioptimalkan agar tetap memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah.
“Jumlah lansia mencapai 14.650 jemaah,” ungkap Abdul Basir dalam keterangannya dikutip, Sabtu (2/5/2026).
Ia menambahkan bahwa meskipun banyak petugas yang baru pertama kali bertugas dalam penyelenggaraan haji, koordinasi di lapangan berjalan baik dan pelayanan tetap dapat diberikan secara maksimal kepada jemaah, terutama kelompok lansia yang membutuhkan perhatian khusus.
“Saya sangat apresiasi kinerja teman teman di bandara meski notabene banyak yang baru pertama kali ini bertugas, bisa dikoordinasikan dengan baik dan mereka memberikan layanan yang prima kepada jemaah,” kata Abdul Basir.
Di sisi lain, otoritas Arab Saudi diketahui meningkatkan pengamanan di berbagai titik menjelang puncak musim haji. Pemeriksaan dokumen diperketat untuk memastikan ketertiban dan keamanan seluruh jemaah yang berada di wilayah tersebut.
Abdul Basir mengingatkan bahwa setiap jemaah maupun pihak yang berada di Madinah wajib melengkapi dokumen perjalanan seperti paspor, visa haji, dan kartu identitas haji. Hal ini menjadi bagian penting dalam pengawasan selama pelaksanaan ibadah.
“Karena kita tahu semuanya menjelang hajian Arab Saudi meningkatkan pengamanan di berbagai tempat,” jelasnya.
Selain itu, jemaah juga diimbau untuk selalu bepergian secara berkelompok dan tidak berjalan sendirian demi menjaga keamanan dan menghindari risiko selama berada di Tanah Suci. @desi