80 Ribu Anak di Indonesia Terlibat dalam Perjudian Online: Risiko dan Upaya Pencegahan

Editor Potret Anak-anak Bermain Gadget./visi.news./muhammadiyahbantul
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Ternyata, ada 80 ribu anak di Indonesia yang berusia di bawah 10 tahun yang terlibat dalam perjudian online. Menurut Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online, Hadi Tjahjanto, dua persen dari total pemain judi online di Indonesia adalah anak-anak di bawah usia 10 tahun. Jumlah ini mencapai sekitar 80 ribu anak12. Selain itu, ada juga 11 persen pemain judi online yang berusia antara 10 hingga 20 tahun, dengan jumlah sekitar 440 ribu orang. Sedangkan pemain judi online terbanyak adalah dari kalangan usia 30 hingga 50 tahun, mencapai 40 persen atau sekitar 1.640.000 orang1. Masyarakat yang bermain judi online rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah, dengan nilai transaksi yang bervariasi dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu
Penyebab banyaknya anak di bawah usia 10 tahun yang terlibat dalam perjudian online bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. Akses Mudah ke Internet: Anak-anak saat ini memiliki akses mudah ke internet melalui perangkat seluler dan komputer. Mereka dapat dengan cepat menemukan situs judi online tanpa pengawasan orang tua.Kurangnya Kesadaran Orang Tua: Beberapa orang tua mungkin tidak menyadari risiko perjudian online bagi anak-anak mereka. Mereka mungkin tidak memantau aktivitas online anak-anak dengan cermat.

2. Iklan dan Promosi: Iklan dan promosi dari situs judi online dapat mempengaruhi anak-anak. Mereka mungkin tertarik oleh iming-iming hadiah besar dan sensasi bermain.

3. Tingkat Stres dan Kecemasan: Beberapa anak mungkin mengalami stres atau kecemasan, dan mereka mencari pelarian melalui perjudian online.

4. Kurangnya Pendidikan tentang Risiko: Pendidikan tentang risiko perjudian online belum mencukupi. Anak-anak perlu diberi pemahaman tentang bahaya dan dampak negatif dari perjudian.

Baca Juga :  Computer Vision Syndrome: Gejala Kelelahan Akibat Bekerja di Depan Komputer

Penting bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang risiko perjudian online, serta memastikan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas anak-anak di internet.

Untuk mencegah anak-anak terlibat dalam judi online, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Edukasi Orang Tua: Orang tua harus mengedukasi anak-anak tentang risiko judi online. Mereka perlu memperhatikan perubahan perilaku yang mencurigakan dan menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran positif dan kegiatan bermanfaat1.

2. Regulasi Ketat: Pemerintah harus memberlakukan regulasi yang ketat dan efektif terhadap perjudian online. Ini termasuk memblokir dan menindak platform yang masih menampilkan iklan judi online.

3. Pendidikan di Sekolah: Program pendidikan mengenai bahaya judi online sebaiknya dimulai sejak dini di sekolah. Kurikulum harus mencakup literasi digital, etika online, dan bahaya judi online.

4. Dukungan Psikologis: Anak-anak yang sudah terjerat judi online memerlukan layanan konseling untuk membantu mereka pulih dari kecanduan. Pusat konseling dan dukungan psikologis harus mudah diakses.

5. Keterlibatan Orang Tua dan Guru: Orang tua dan guru perlu diberdayakan dengan informasi dan alat untuk mengidentifikasi tanda-tanda kecanduan judi online pada anak dan cara mencegahnya. Workshop dan seminar reguler dapat membantu meningkatkan kesadaran dan keterampilan mereka.

Semoga langkah-langkah ini membantu melindungi anak-anak dari bahaya judi online!

@shintadewip

Shinta Dewi P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Keanekaragaman Hayati Ubah Ruang Tamu Anda Menjadi Hutan Hujan Amazon Digital

Kam Jun 20 , 2024
Silahkan bagikanOleh Aslina Baharum (360info) Universitas Sunway BAYANGKAN menjelajahi terumbu karang yang indah tanpa basah kuyup, atau terbang menembus kanopi hutan hujan sambil duduk di sofa. Teknologi imersif seperti virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) menjadikan pengalaman ini menjadi kenyataan. Namun yang lebih penting, mereka merevolusi cara kita mengelola […]