90 Rumah Terdampak Angin Kencang di Kabupaten Bandung, BPBD Langsung Gerak Cepat Melakukan Penanganan

Editor Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama saat turun ke lokasi bencana angin kencang, Sabtu (23/12/2023) sore. /visi.news/engkos kosasih
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BALEENDAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung langsung gerak cepat melakukan penanganan dampak bencana alam angin kencang di sejumlah kawasan di Kabupaten Bandung. Di antaranya bencana alam angin kencang yang terjadi di Kecamatan Baleendah, Ciparay dan Arjasari pada Sabtu (23/12/2023) pukul 16.00 WIB.

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama menjelaskan, bahwa sedikitnya 90 rumah yang terdampak dalam bencana alam angin kencang tersebut. Selain itu puluhan kepala keluarga (KK) dan ratusan jiwa yang terdampak peristiwa alam itu.
“Dari 90 rumah yang terdampak angin kencang yang disertai hujan deras itu, di antaranya 10 rumah mengalami kerusakan di Kampung Rancamanuk Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah,” kata Uka Suska.
Menurut Uka Suska, warga beserta perangkat kelurahan, Satpol PP dan Linmas kecamatan membantu membersihkan puing-puing rumah yang terkana angin kencang tersebut.
“Untuk penanganan bencana alam angin kencang tersebut, BPBD Kabupaten Bandung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa, RT dan RW setempat. BPBD juga melakukan assessment dan pendataan ke lokasi kejadian,” kata Uka Suska.
BPBD mengimbau kepada pemilik rumah untuk mengungsi terutama saat terjadi hujan yang disertai angin kencang.
Selain di Kelurahan Wargamekar, imbuh Uka Suska, lokasi bencana angin kencang yaitu di Kampung Cilintung Kelurahan Jelekong Kecamatan Baleendah. Sebanyak 3 rumah mengalami kerusakan ringan.
“Di kawasan tersebut, ada pohon tumbang sehingga dilakukan upaya pembersihan dan memotong pohon dengan menggunakan simso oleh Linmas Kelurahan, Tagana Kabupaten Bandung, Babinsa, Kasi Trantib, Ketua RT 01 Dibantu dengan warga sekitar,” jelasnya.
Lebih lanjut Uka Suska mengatakan, rumah yang terdampak angin kencang cukup banyak yaitu di Kampung Babakan Cipasung, Kampung Margahurip, Kampung Ciheulang, Kampung Nyalindung, Kampung Babakan Buah Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung.
“Sebanyak 75 rumah mengalami kerusakan, di antaranya 14 rumah rusak berat, 59 rumah rusak ringan dan 2 rumah rusak sedang. 75 KK dan 271 jiwa yang terdampak angin kencang tersebut. 6 orang mengalami luka-luka,” ujarnya.
Satu lokasi lagi yang terdampak angin kencang di Kampung Mekarsari Desa Patrolsari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung. Sebanyak dua rumah mengalami kerusakan yang dihuni 2 KK dan 8 jiwa.
Ia mengatakan untuk penanganan bencana alam itu, kebutuhan yang mendesak untuk para korban terdampak di antaranya terpal, family kit, makanan siap saji, air bersih, matras, asbes.
“Pasca kejadian, sejumlah warga yang mengalami kerusakan pada bagian rumahnya masih bertahan di rumahnya masing-masing. Ada pula yang mulai memperbaiki kerusakan pada bagian rumahnya,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Kuningan Buka Turnamen Bola Voli "Kembar Cup 2022"

@kos

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pujian Warganet Masih Mengalir Seusai Tampilan Gibran pada Debat Cawapres

Ming Des 24 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Debat calon wakil presiden (cawapres) yang berlangsung pada Jumat (22/12) malam menjadi sorotan publik. Salah satu yang menarik perhatian adalah tampilan perdana Gibran Rakabuming Raka, cawapres nomor urut dua yang mendampingi Prabowo Subianto. Gibran, yang dikenal sebagai sosok yang tidak ekspresif, tampil lebih hidup dan […]