Abaikan Protokol Kesehatan, Pembagian BST oleh Mensos di Garut Tuai Kritikan

Editor :
Kegiatan penyaluran program bantuan pemerintah di halaman Kantor Pos Bayongbong Garut, Jumat (19/6) dihadiri Mensos Juliari P Batubara, menuai kritikan warga./visi.news/zaahwan aries.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara menghadiri kegiatan pembagian bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Bayongbong, Kabupaten Garut, JawaBarat, Jumat(19/6). Namun, kegiatan tersebut menuai kritik pedas karena dinilai mengabaikan protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19.

Pantauan VISI.NEWS di lapangan, orang yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagian besar memang sudah mentaati aturan penggunaan masker. Namun, sosial distancing dan physical distancing sama sekali diabaikan sehingga hal itu menuai kritikan dari sejumlah warga.

Irwan (46), salah seorang warga yang hadir untuk menyaksikan kegiatan tersebut mengaku sangat menyesalkan adanya kegiatan yang dihadiri Mensos.

“Kegiatanan ini bukan acara biasa. Tapi dihadiri pejabat tinggi negara. Secara terang-terangan telah mengabaikan protokol kesehatan yaitu terlihat kerumunan warga yang bebas tanpa ada pengaturan jarak, ” kata Irwan.

Ditambahkannya, penerapan sosial dan physical distancing di acara itu telah diabaikan. Padahal semua orang saling berdesakan tanpa ada jarak mulai jalan hingga halaman Kantor Pos tempat penyelenggaraan acara.

” Situasi ini tentu sangat kami sesalkan karena sebagai pejabat negara, seharusnya Pak Mensos itu memberikan contoh yang baik terhadap masyrakat,” komentar Irwan.

Di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, tutur Irwan, hal itu seharusnya menjadi perhatian dan tidak boleh terjadi karena sangat rentan terjadi penularan Covid-19. Apalagi saat ini status Garut sendiri berada di zona kuning yang tentunya patut diwaspadai.

Irwan mengaku heran karena pihak protokol sebagai penyelenggara tidak terlihat ada upaya penerapan social dan physical distancing pada acara akbar tersebut.

Kritik senada juga datang dari warga Garut lainnya, Feri. Ia mengaku sangat menyayangkan kedatangan pejabat tinggi negara setingkat menteri bersama tamu lainnya ke Garut tak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Padahal, tuturnya, selama ini pemerintah selalu meminta warga untuk menerapkan protokol kesehatan terkait dengan pencegahan Covid-19, yakni penggunaan masker serta penerapan social dan psysical distancing.

“Namun di sisi lain, malah mereka-pejabat negara- sendiri yang telah memberikan contoh yang tidak baik dengan mengabaikan aturan tersebut,” kata Feri.

Sementara itu kunjungan Mensos, Juliari P Batubara ke Garut, tepatnya di Kantor Pos Bayongbong untuk menghadiri langsung kegiatan penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Selain Mensos, hadir pula dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat di lingkungan Kemensos, anggota DPR RI, Wakil Gubernur Jawa Barat, Wakil Bupati Garut, serta unsur Muspida Garut.

Menanggapi adaya kritikan warga tersebut, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita menyebutkan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan pihaknya sudah menyampaikan kepada masyarakat terkait kewajiban menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Tak hanya itu, pihak penyelenggara kegiatan dan pemerintah setempat pun sudah terlebih dahulu menyosialisasikannya kepada masyarakat.

“Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Garut sudah melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan secara langsung maupun melalu media massa dan melibatkan komponen lain seperti TNI dan Polri hingga ke desa-desa. Hal itu juga telah kami lakukan untuk kegiatan kunjungan Mensos di sejumlah wilayah di Garut,” kata Yeni.

Ditandaskannya, pihaknya telah meminta masyarakat yang menghadiri acara kunjungan Mensos untuk menggunakan masker. Tak hanya itu, penerapan protokol kesehtan lainnya pun seperti pengaturan jarak tempat duduk dan penyaiapan alat cuci tangan pun sudah dilaksanakan.

Terjadinya kerumunan massa yang mengakibatkan tak adanya pengaturan jarak, menurut Yeni, lebih diakibatkan antusisme masyarakat yang tinggi.

“Hingga sempat terjadi situasi yang tak diharapkan seperti massa yang berdesakan dan hal itu sama sekali di luar perhitungan,” jelasnya. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Terjadi Pergerakan Tanah di Singajaya Garut, Sembilan Rumah Terancam

Jum Jun 19 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Guyuran hujan deras yang kerap melanda wilayah Selatan Garut, telah menyebabkan pergerakan tanah di Kecamatan Singajaya, tepatnya diKampung Cimuncang, Desa Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Akibatnya, sembilan rumah warga kini terancam ambruk dan sejumlah warga pun terpaksa diungsikan. “Ada sembilan rumah warga yang terancam akibat pergerakan tanah […]