Abdurohim: Lima Perkara ini Bisa Menghancurkan Pahala Puasa

Editor Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Abdurohim, S.Ag., M.Si., saat memberikan tausiah pada Safari Ramadan di Mesjid Al Muttaqien, Komplek Bumi Baleendah Asri, Jelekong, Baleendah, Kamis (13/4/2023) malam. /visi.news/gustav viktorizal
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BALEENDAH – Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Abdurohim, S.Ag., M.Si., mengungkapkan bahwa ada lima hal yang bisa menggugurkan puasa kita. Kalau ke lima perkara itu dilakukan akan menghancurkan dan menggugurkan pahala berpuasa kita.

“Satu, berbohong… Kalau ditanya suami, bu ada uang, jangan bilang teu aya. Aya kitu. Sanajan sarebu oge. Tong nyebutkeun beak. Mun bohong, nol tah puasana,” ujarnya saat melakukan Safari Ramadan di Mesjid Al Muttaqien, Komplek Bumi Baleendah Asri (BBA), Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (13/4/2023) malam.

Hadir dalam kegiatan saat tarawih itu, antara lain Ketua DKM Al Muttaqien Ustadz Muslichudin, Ketua RW-11 Nurmawan, S.E., Pengurus Yayasan Bumi Baleendah Asri (BBA), dll.

Yang kedua, ungkap Kepala Kemenag, Nabi mengatakan puasa yang dibarengi sok memfitnah orang lain. “Kebetulan lagi puasa, buka bersama. Pulangna ngomongkeun, hadenya si anu mah mobilna tujuh. Dijawab ku urang, ah pantes we da meunang ngagarong. Tah, nol puasana. Tong kukulutus. Jangan sampai memfitnah orang,” ungkapnya.

Ketiga, kata Abdurohim, orang yang pahala puasanya gugur karena sering membicarakan orang lain. Nah, orang yang membicarakan orang lain, pahala puasanya nol.

Contona datang ke ondangan, kemudian amplopna si A mah 100, kita 50. Pas pulangna, ngomongkeun, pasakanna teu ngeunah euy. Satu hasilnya nol. Yang kedua terus ngomongkeun deui, ari awewena geulisnya ari salakina goreng patut. Tah. Anu katilu, pas muka besek cing ningali eta naon endogna tilu, ari saya mah dua. Sabaraha amplopna, 100, pantesan saya mah 50. Meuni dibeda-bedanya. Ngomongkeun nu hajat. Sedang berpuasa ngomongkeun orang lain, menggibah. Nol puasana tah, ” katanya.

Baca Juga :  KY Bakal Periksa Majelis Hakim PT DKI Terkait 'Diskon' Hukuman Pinangki

Kemudian yang keempat adalah memberikan keterangan palsu. Di kantor-kantor para pejabat yang memberikan keterangan palsu supaya pahala puasanya dapat, disiasati. “Ieu tanda tanganna ke peuting wenya, ” ungkapnya “Beurang mah bisi batal puasana, ” imbuhnya disambut tawa jemaah.

Nyusun status ngaku jajaka, padahal mah duda. Eta oge asup jana keterangan palsu anu bisa ngurangan kana pahalana puasa“.

Yang jelima, kata Abdurohim, melihat lawan jenis timbul nafsu syahwat. “Ibu-ibu, lamun mandi alusna samemeh Subuh. Lamun ibu mandi jam tujuh, jam dalapan, make anduk ka kamar mandi, ngaliwat ka hareupeun salaki. Jorojoy salaki kabita. Nafsu. Komo jeung bari diteruskeun. Tah, eta bisa ngaleungitkeun kana pahalana puasa,” ujarnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Abdurohim, S.Ag., M.Si., foto bersama Pengurus Yayasan Bumi Baleendah Asri dan DKM Al Muttaqien, seusai tarawih bersama, Kamis (13/4/2023) malam. /visi.news/gustav viktorizal

Amal yang Dicintai Allah

Kepala Kemenag Kabupaten Bandung itu juga mengatakan bahwa pada 14 abad yang lalu, Rasulullah SAW berkumpul dengan sahabat. “Salah seorang sahabat bertanya, wahai baginda Rasul amal apa yang dicintai oleh Alloh? Jawab Rasulullah ada tiga,” katanya.

Ketiganya itu, yakni:

Pertama, salat tepat waktu. “Sama dengan berhaji, kalau ada uang cepat daftar. Jangan sampai untuk berhaji dari uang sisa, karena di Bandung daftar tunggunya sudah 24 tahun ke depan. Kalau seandainya kita berniat segerakan”.

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Sesungguhnya salat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman“.

Ketika kita melakukan salat, kata Abdurohim haruslah tepat waktu, karena orang yang dicintai oleh Allah yang salatnya tepat waktu.

Baca Juga :  Toko Kue di Dago Terbakar

Kedua, katanya, birul walidain. Berbakti kepada orang tua. “Kalau sudah meninggal doakan, Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayani saghira. Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.”

Ketiga, kata Abdurohim, beramal untuk jihad di jalan Allah. “Puasa di bulan Ramadan termasuk jihad. Untuk apa capek-capek dari pagi sampai malam tidak makan, selain untuk memerangi hawa nafsu. Nafsu bohong, nafsu fitnah”.

Ada jihad fikiran, katanya, untuk memakmurkan agama Alloh. Jihad harta, salurkan harta kita untuk sedekah di jalan Allah. Caranya beda-beda, seperti juga lebaran kita. Puasanya sama, lebarannya beda. “Yang Jumat dasarnya perhitungan Rukyah. Yang Sabtu hilal. Ramadan itu bisa 29 hari, 30 hari, bisa juga 31 hari,” katanya.

Yang 29 hari, katanya, silakan, yang 30 dan 31 hari mangga. “Nu penting sing alakur”.

Di Kemenag ada program moderasi beragama, semua punya dasar masing-masing, moderasi beragama. Di Kabupaten Bandung kita sudah buat Kampung moderasi beragama di Kampung Majalaya dan Nagreg. “Aljamiatun rohmah. Berjamaah itu rahmah,” tandanya.

@asa/gvr

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SOSOK | Lebih Dekat dengan Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H. Abdurohim, S.Ag., M.Si.

Jum Apr 14 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BALEENDAH – Puluhan tahun mendedikasikan diri sebagai aparatur pemerintah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di berbagai daerah, menjadikan H. Abdurohim, S.Ag., M.Si., hampir menduduki puncak jabatan penting di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat. Pria humoris itu sekarang menjadi orang nomor satu di Kemenag Kabupaten Bandung. Ia telah […]